oleh

Gubernur Terkesima Mendengar Histori Masjid yang Dibangun 1938 Ini

BANJARMASIN,KORANBANJAR.NET – Sahur gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor bersama warga Mantuil didahului dengan cerita berdirinya Mesjid Jami Nur Ibadah di Jalan Teluk Mesjid Kelurahan Mantuil, Kota Banjarmasin.

Dalam wawancaranya kepada media, Rabu (30/05/2019) dinihari pukul 04.00 wita, orang nomor satu di Kalsel itu mengungkapkan sangat terkesan dengan penjelasan histori masjid yang berdiri tahun 1938 tersebut.

“Kita sangat terkesan dengan paparan sejarah Mesjid Nur Ibadah ini, kita berharap mesjid ini terus dijaga kelestariannya jangan sampai dikotori dengan hal-hal yang menghilangkan keberkahan pada mesjid ini,” ungkapnya usai acara dilaksanakan.

Ia menginginkan Masjid Nur Ibadah betul-betul menjadi tempat ibadah dan beramal.

“Karena mesjid adalah rumah Allah, mudah-mudahan makin banyak yang beribadah di dalam mesjid ini,” ucapnya.

Sebelumnya ketua panitia pelaksana Hamdani dalam sambutannya mengisahkan secara singkat tentang sejarah berdirinya Mesjid Jami Nur Ibadah ini.

Menurut Hamdani pada zaman dulu para tokoh sejarah yaitu Hasan Basri, Surgi Mufti, dan Habib Hamid Basirih sering berkumpul di Mesjid Nur Ibadah ini.

Mengapa demikian? Lanjut Hamdani, karena dulunya di dekat mesjid ini ada pusaran air yang mana disana ditemukan mayat-mayat para pejuang zaman penjajahan Jepang.

“Mesjid ini berdiri pada tahun 1938 zaman penjajahan Jepang. Dekat mesjid ini dulu ada pusaran air, di sana sering ditemukan mayat para pejuang. Para tokoh seperti Habib Hamid Basirih, Surgi Mufti, dan Hasan Basri pada waktu itu menyuruh untuk memandikan dan menguburkan mayat-mayat tersebut di belakang mesjid. Sehingga sekarang areal tanah kosong di belakang mesjid ini disebut kuburan masal,” paparnya sembari menunjuk ke arah belakang mesjid.

Ucapan terima kasih Ia lontarkan kepada gubernur dan jajarannya serta unsur pemerintah provinsi Kalimantan Selatan yang ikut mendampingi di acara Dakwah dan Sahur bersama Paman Birin.

“Alhamdulillah tanpa di minta masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan bapak Gubernur,hampir ribuan yang berhadir,”ujarnya.

Ia berharap kedatangan orang nomor satu di Kalsel tersebut akan menambah silaturahmi dan keakraban antar pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dan warga Banjarmasin khususnya Mantuil.

Acara dini hari itu juga diisi siraman rohani oleh Ustadz Mubarak. Di mana Ia melantunkan ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban orang beriman untuk berpuasa serta pandai bersyukur dan selalu bersabar.

Kehadiran gubernur didampingi Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Sekretaris Daerah, Kapolda serta unsur Forkompinda Provinsi Kalimantan Selatan.(al/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: