Gubernur Bersama Bupati HSS Lepas 125 Tim Napak Tilas Proklamasi

KANDANGAN, KORANBANJAR.NET – Napak Tilas Teks Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan merupakan momentum untuk menggali, menghayati sekaligus berupaya menerapkan nilai-nilai perjuangan rakyat Kalimantan dalam membela dan mempertahankan NKRI dibawah komando Brigjend H Hassan Baseri.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Bupati HSS Achmad Fikry, saat melepas peserta Napak Tilas Pawai Obor Pejuang di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan Senin (29/4/2019), pukul 20.30 WITA.

Proklamasi 17 Mei 1949, kata Sahbirin Noor, merupakan sejarah besar Kalimantan yang kemudian dibacakan dan ditandatangani oleh Brigjend TNI H Hassan Baseri. Isi teks Proklamasi 17 Mei 1949, atas nama rakyat Kalimantan menyatakan Kalimantan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Republik Indonesia.

Para peserta Napak Tilas Proklamasi 17 Mei 1949. foto: yat/koranbanjar.net)

“Sekiranya Kalimantan berpisah dari NKRI mungkin saja terjadi namun kesetiaan pada Republik Indonesia jauh melampaui kepentingan lainnya. Itulah penegasan seorang bapak gerilyawan yang begitu setia kepada Republik Indonesia ini,” ujar Paman Birin, sapaan akrab Sahbirin Noor.

Pada kesempatan itu, Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan kepada seluruh peserta Napaka Tilas bahwa Kandangan yang merupakan ibukota Kabupaten HSS adalah kota perjuangan karena menjadi kota tempat diproklamirkannya kemerdekaan Kalimantan pada 17 Mei 1949.

“Kalian berada di tanah kelahiran pahlawan nasional kita bapak Brigjen H Hassan Basery ,” ucapnya.

Dia menuturkan, di zaman penjajahan para pejuang telah membela tanah air tanpa pamrih dengan keringat, air mata, bahkan dengan cucuran darah dan pengorbanan nyawa.

“Tugas kita sekarang hanya menelusuri teks Proklamasi 17 Mei 1949 untuk kita resapi dan menjadi pegangan untuk tetap merekat dalam NKRI,” tuturnya.

Napak Tilas Teks Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan dilaksanakan setiap 17 Mei sebagai hari proklamasi yang dibacakan di Ni’ih. Saat ini wilayah Ni’ih termasuk dalam wilayah Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado.

Para peserta Napak Tilas akan berjalan kaki sekitar 10 kilometer dari Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan menuju Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung. Pada malam pertama, seluruh peserta akan diinapkan di Sekolah MTsN Durian Rabung.

Tahun ini, pelaksanaan Napak Tilas Teks Proklamasi 17 Mei dilaksanakan lebih awal untuk menghindari bulan Ramadan.

PesertaNapak Tilas tahun ini berjumlah 125 tim dari berbagai daerah Kalsel. Satu tim terdiri dari lima orang.

Selain Bupati HSS Acmad Fikry, pelepasan peserta Napak Tilas oleh Gubernur Kalsel turut juga didampingi Danrem 101 Antasari beserta Danlanal Banjarmasin. (yat/dny)

Read Previous

SMKPPN Banjarbaru Ikut Memfasilitasi UNBK Bagi Sekolah Lain

Read Next

KPU Kalsel Tepis Isu ‘Mengkondisikan’ Suara Caleg

Tinggalkan Balasan