Baznas

Geger! Seorang Gadis Belia Ditemukan Ibunya dalam keadaan Tewas Gantung Diri

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Warga Kelurahan Mantuil Permai Kecamatan Banjarmasin Selatan Kalsel, mendadak heboh, menyusul ditemukannya seorang gadis belia berumur 18 tahun dalam keadaan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya yang berada Jalan Antasan Bondan RT 3 Kelurahan Mantuil Permai Kecamatan Banjarmasin Selatan pukul 23.00 Wita, Sabtu (21/4).

Gadis belia yang diketahui bernama Yanti itu ditemukan oleh ibunya sendiri, Maysarah (45), dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergantung dengan sebuah tali rapia yang terikat di lehernya.

Diduga, Yanti tewas akibat bunuh diri.

Selang sekitar 1 jam setelah kejadian, Maysarah menuturkan kepada koranbanjar.net, setelah pulang kerja sekitar pukul 21.00 Wita pada malam itu, Yanti pulang ke rumah seperti biasa.

Bahkan, menurut Maysarah, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan atau hal aneh yang terlihat pada anak gadisnya tersebut.

Tak berapa lama setelah tiba di rumah, Yanti beranjak naik ke atas menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

Sekitar pukul 22.30 Wita, Maysarah yang sebelumnya tengah asyik menonton tivi di lantai dasar bersama seorang cucunya, karena sudah mengantuk, kemudian menyusul Yanti ke atas untuk beranjak tidur.

Namun setelah tiba di kamar, betapa terkejutnya sang ibu melihat putri bungsunya tersebut dalam keadaan tubuh tergantung sudah tak bernyawa lagi.

Sontak, Maysarah langsung berteriak histeris minta tolong.

“Saya sangat terkejut ketika melihat anak saya sudah tak bernyawa dengan posisi kaki menggantung dan di lehernya terikat tali rapia,” tutur Maysarah dengan mata berkaca-kaca kepada koranbanjar.net.

Mendengar teriakan minta tolong yang sangat keras dari Maysarah, para tetangga kemudian langsung berdatangan menuju rumah Maysarah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

Menurut salah seorang kerabat korban, Rahmadani, ia langsung berlari cepat ketika mendengar ada teriakan minta tolong dari dalam rumah Maysarah.

Setelah tiba di dalam rumah Maysarah, Rahmadani mendapati Maysarah sedang meraung menangis meratapi kematian putrinya yang masih dalam keadaan tergantung.

Melihat kejadian haru yang mengejutkan itu, Rahmadani bersama para tetangga lainnya yang mulai berdatangan, dengan sigap menurunkan mayat Yanti, lalu membaringkannya di atas kasur yang berada di kamar.

Informasi dihimpun dari keterangan beberapa orang tetangga Maysarah, Yanti yang hanya mengecap pendidikan sampai bangku SMP itu, memang dikenal oleh para tentangganya sebagai gadis yang pendiam dan jarang bergaul.

“Yanti itu orangnya memang pendiam dan jarang bergaul. Kita jarang berbicara dengan dia. Jadi kita  tidak tau kehidupan pribadinya, karena dia memang tidak pernah bercerita juga dengan kita” ucap salah satu warga.

Ketika dikonfirmasi koranbanjar.net melalui WhatsApp, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Komisaris Najamudin Bustari, melalui Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sisworo,  membenarkan kejadian tersebut disebabkan aksi bunuh diri yang dilakukan Yanti sendiri.

“Di tempat kejadian, polisi menemukan sebuah tali rapia, dua buah bantal, dan satu injakan kaki. Namun Keluarga korban menolak untuk membawa jenazah ke rumah sakit,” jawab Isworo.

Mensiasati hal itu, menurut Isworo, pada saat kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak RS Bhayangkara dan mendatangkan seorang dokter ke rumah Maysarah, sehingga korban dapat dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter.

“Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan saksi- saksi. Hasil pemeriksaan sementara, di tubuh korban memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada koranbanjar.net.

Sampai berita ini ditayangkan, polisi masih mendalami motif bunuh diri yang dilakukan Yanti yang diketahui sebagai pekerja di salah satu toko sembako di Banjarmasin itu. (leo/dny)

  • Bagikan