oleh

Gapoktan ‘Bersatu’ Lakukan Bimtek Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Dalam upaya menanggulangi hama dan penyakit sejak dini, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ‘Bersatu’ Desa Anjir Mambulau Timur Kabupaten Kapuas bersama Kelompok Tani Anjir Sejahtera melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Tikus dan Perlakuan Benih Antisipasi Serangan Organisme Pengganggu Tanaman.

KAPUAS,koranbanjar.net – Bimtek dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani Anjir Sejahtera, Kamis (12/11/2020).

Hadir dalam kegiatan,  POPT PHP Kecamatan Kapuas Timur Ernawaty Yuliani sekaligus sebagai fasilitator, Petugas Pendamping Food Estate BPPSDM Kementan Kecamatan Kapuas Timur Yulia Putri Noer Afandi, Shelva Aprilia.

Ketua KTNA Kapuas Timur Ardiansyah, Ketua Gapoktan “Bersatu” Suhardi, Ketua Poktan Cempaka Mekar Pahruni, Ketua Poktan Suka Maju Suriansyah, Ketua Poktan Kerjasama Didi, Ketua Poktan Berkat Usaha Pandi Sugito dan Anggota Kelompok Tani lainnya dengan jumlah sekitar 20 orang.

Ketua Gapoktan “Bersatu” Suhardi menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya agar petani Desa Anjir Mambulau Timur dapat menanggulangi hama yang akan menyerang tanaman padi.

Hal ini pula dikaitkan dengan adanya Program Food Estate yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Selain itu juga kegiatan ini merupakan penerapan rencana tindak lanjut dari hasil pelatihan “Pengelolaan Organisasi Kelompok.”

Dilaksanakan bulan September 2020 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapuas Timur yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan.

Suhardi menegaskan, hasil pelatihan sangat dirasakan manfaatnya, Gapoktan “Bersatu” menjadi memahani bagaimana semestinya pengelolaan kelompok tani dan melaksanakan fungsinya.

Berdasarkan pengalaman berbudidaya padi, petani sudah memahami bahwa pada bulan Oktober sampai Desember ini di persawahannya berkembang hama tikus.

Hal ini oleh para petani dikenal dengan istilah/sebutan masa agas tikus, sehubungan dengan hal tersebut Gapoktan “Bersatu” melaksanakan Bimtek agar usahatani nantinya tidak sia-sia.

Juga pada kegiatan ini dilaksanakan Bimtek perlakuan benih agar tanaman padi yang diusahakan terhindar dari serangan OPT.

Ernawaty Yuliani menyampaikan bahwa untuk penanggulangan hama yang dilakukan ada dua macam.

1) untuk pengendalian hama tikus bahan yang digunakan: padi 15 kg, Zin Fospit 0,5 kg, kapur sirih secukupnya dan air secukupnya.

Caranya: padi di rebus dengan air sampai padi pecah kemudian tiriskan dan dianginkan kemudian di campur zin posfit dan aduk sampai merata, untuk penggunaanya bahan tersebut dipasang di pematang pematang sawah;

2) antisipasi hama dan penyakit lain yaitu dengan perendaman benih padi menggunakan obat kimia bermerek atau bawang merah yg sudah diambil sarinya.

Perendaman ini dilakukan agar benih tersebut dapat tahan terhadap serangan hama dan penyakit seperti blas dan busuk leher dan lainnya.

Untuk 10 kg bibit dapat menggunakan 4-5 siung bawang merah yang sudah di ambil sarinya.

Bibit padi tersebut di rendam selama 12 jam kemudian ditiriskan atau dieramkan selama 24 jam baru kemudian di semai atau di sebar dilahan persemaian yang sudah disiapkan

“Kami sebagai Petugas di lapangan sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas/inisiatif dan selenggarakan oleh Gapoktan “Bersatu” selain itu juga kegiatan ini dilakukan ini secara swadaya,” kata Erna.

Dari kegiatan ini tambah Erna diharapkan petani sudah memiliki pemahaman dalam penanggulangan hama dan penyakit.

Kemampuan Distan masih terbatas sehingga belum dapat memberikan bantuan penanggulangan Hama dan Penyakit secara maksimal.

“Ke depan tentu akan kita usulkan untuk penanggulangan hama penyakit ini secara maksimal,” tutup Ernawaty. (yusuf/bbppbinuang/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: