Banjar  

Foto MC Kabupaten Banjar Terfavorit di Festival Salikur Banjarbaru

Perwakilan Media Center Kabupaten Banjar menerima penghargaan foto terfavorit di Festival Salikur Banjarbaru 2021. (Sumber Foto: Kominfo Banjar/koranbanjar.net)

Media Center Kabupaten Banjar meraih penghargaan Foto Pilihan Terbaik Terfavorit di Festival Salikur Banjarbaru 2021, sesuai pilihan dari Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kalsel, Kamis (10/6/2021).

BANJAR,koranbanjar.net – Penerima penghargaan diwakili pengelola Media Center (MC) Kabupaten Banjar Muhammad Andri dan Agus Fahlevie yang mengikuti Festival Salikur 2021 kategori Fotografi DSLR.

Muhammad Andri mengucapkan terima kasih atas raihan yang sudah didapat, ini merupakan hal tidak diduga karena banyak masyarakat  mengikuti lomba foto Festival Salikur 2021.

“Pilihan foto ini juga langsung dipilih bapak Wali Kota Banjarbaru Aditya,” kata dia.

Yakni, foto yang sudah dikirimkan melalui media sosial Instagram Banjarbaru Dalam Lensa (BDL) selaku panitia lomba.

Dikatakannya, berawal iseng foto-foto bersama rekan Agus dan saat itu bertepatan dengan festival salikur warga ramai dengan hiasan lampu warna warni di setiap RT di Kota Banjarbaru.

Akhirnya terpilihlah Kampung Pejabat (Pedagang Jamu Loktabat) Kelurahan Loktabat yang menjadi objek foto dengan model anak-anak setempat yang hendak begarakan (membangunkan) sahur.

“Dengan latar belakang lampu-lampu hias,” ucap dia.

Dia berharap semoga Media Center Kabupaten Banjar tetap memberikan  terbaik untuk daerah dengan beberapa prestasi yang sudah diraih baik lokal sampai nasional.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada sponsor yang sudah mensupport acara Festival Salikur Banjarbaru 2021.

Ini merupakan event untuk berbuat kebaikan yang diikuti dari 55 RT dengan menampilkan tanglong dan lampion merupakan kegotongroyongan.

Dengan membudayakan kearifan lokal dan generasi mudanya.

Dikatakannya, festival salikur sebagai upaya membangkitkan budaya dahulu dengan siar Islam yang mengangkat budaya lokal.

Ibarat “Meangkat Batang Tarandam,” yang artinya kegiatan budaya sudah hilang dibangkitkan kembali.

“Diharapkan budaya ini menjadi iven tahunan, inshaallah tetap berlanjut. Dan semoga semakin meningkat lagi peserta lomba tanglong dan foto,” harap dia. (kominfobanjar/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *