oleh

Festival Becatuk Dauh 2020, Agar Budaya Lokal Tidak Punah

MARTAPURA, koranbanjar.net – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar kembali mengadakan Festival Becatuk Dauh 2020.

Dengan mengambil nama kearifan lokal, festival semula bernama Festival Bedug kini diganti dengan nama Festival Becatuk Dauh.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Banjar, Tisnohadi Harimurti, Festival Becatuk Dauh ini akan diselenggarakan pada April dan puncaknya pada malam Hari Raya Idul Fitri mendatang.

“Dalam Festival ini nantinya akan ada beberapa tahap, tahap pendaftaran sendiri telah dibuka sejak 4 Maret dan berakhir 6 April. Kemudian dilanjutkan dengan Technical Meeting atau TM, Babak Penyisihan setelah itu Grand Final,” terangnya, Jumat (13/2/2020).

Setelah TM, sambung Kabid Kebudayaan, akan diadakan Babak Penyisihan pada 14-15 April.

“Selanjutnya 7 tim terbaik akan berlaga di Babak Grand Final pada malam Lebaran atau malam Hari Raya Idul Fitri untuk memperebutkan 10 kategori juara,” imbuh Tisnohadi.

Ia menambahkan, Festival kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana di tahun sebelumnya Babak Penyisihan diadakan di bulan Ramadhan kalau sekarang diadakan sebelum bulan Ramadhan.

“Pertimbangan kami dikarenakan dalam festival tersebut memerlukan tenaga yang banyak dalam memukul, jadi kami takut kalau diadakan di bulan Ramadhan, para peserta tidak bisa tampil secara maksimal. Terlebih lagi takutnya mengganggu ibadah puasa mereka,” imbuh Tisnohadi.

Festival Becatuk Dauh ini merupakan salah satu upaya dari Pemkab Banjar melalui Disbudpar Banjar untuk melestarikan Budaya Lokal Kabupaten Banjar jangan sampai punah.

“Seperti Becatuk Dauh ini dapat dianggap sebagai salah satu budaya lokal, jangan sampai masyarakat kita melupakan budaya yang ada. Maka dari itu untuk menjaga kelestarian, kami mengadakan festival ini,” tutup Kabid Kebudayaan. (har/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan