oleh

Empat Kelompok Tani Hutan Terima Bantuan Palawija Dari Kemitraan

KANDANGAN,koranbanjar.net – Empat Kelompok Tani Hutan (KTH) di bawah binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, menerima bantuan benih palawija dari perusahaan PT Dwima Intiga, Sabtu (25/1/2020) di Desa Malilingin Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Empat KTH yang diberikan bantuan yakni KTH Batu Putih dan Karya Bersama Desa Batu Laki, Mitra Karya dan Maju Bersama Desa Malilingin.

Para anggota KTH dari empat KTH sebanyak 34 orang, terlihat hadir menyaksikan serah terima bibit.

Termasuk pula kehadiran Kepala KPH Hulu Sungai Rudiono Herlambang, Kasi Perlindungan Hutan Karlan, dan Site Manager PT Dwima Intiga Nono Hartono.

Rudiono menyambut gembira aspirasi dari PT Dwima Intiga dalam mendukung keberadaan KTH, sekaligus berdiskusi dengan para anggota KTH setempat.

“PT Dwima Intiga memiliki izin konsesi di sini. Tentu itu bentuk pengakuan pemerintah akan adanya kelompok masyarakat yang memiliki lahan garapan di dalam areal konsesi perusahaan,” katanya.

Menyikapi hal demikian, lanjut dia, diajukanlah izin perhutanan sosial dengan skema kemitraan kehutanan. Tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Rudiono juga menyinggung masalah iuran kehutanan yang dikenal dengan PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Menurutnya, PNBP sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemegang izin perhutanan sosial.

“Sehingga, apabila ada program – program untuk masyarakat, digunakanlah dana PNBP. Nilai pungutannya tidak besar, 6 % dari nilai jual standar hasil hutan,” terang dia.

Di tempat yang sama, Karlan mengungkapkan bahwa KPH Hulu Sungai menyediakan bibit tanaman berasal dari biji. Karena, tujuan utama penyediaan bibit adalah konservasi tanah dan airnya.

“Bibit bisa diambil di Persemaian Permanen Taniran. Nantinya, akan tersedia pula di Persemaian Ambutun bila sudah diresmikan,” tuturnya.

Nono Hartono mewakili PT Dwima Intiga menyampaikan apresiasi kepada warga dan KPH Hulu Sungai.

“Suatu kehormatan bisa berkumpul di sini untuk acara penyerahan benih palawija pada 4 KTH yang bermitra dengan PT Dwima Intiga,” ungkapnya.

Ketika sesi diskusi dibuka, Ketua KTH Batu Putih, Muhdi langsung mengajukan beberapa pertanyaan.

“Batu Putih adalah KTH pertama yang bekerja sama dengan Dwima Intiga. Tujuannya ingin memberdayakan masyarakat dan sudah berjalan 6 tahun. Diperkirakan 2 tahun lagi tanaman akasia panen,” kata dia.

Permasalahannya? Adalah jalan yang tidak memadai untuk panen, bahaya kebakaran hutan dan penebangan liar. “Ini adalah masalah yang sama dihadapi oleh kelompok lain,” ungkap Muhdi.

Rudiono menanggapi perihal penebagangan liat dan ancaman kebakaran hutan. “Silakan berkoordinasi dengan KPH HS. Kami akan laksanakan patroli polisi kehutanan,” tegas dia.

Di akhir diskusi, Rudiono diberi kehormatan menyerahkan bantuan secara simbolis dari PT Dwima Intiga berupa bibit kacang tanah senilai Rp12 juta kepada KTH. (kphhulusungai/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: