oleh

Dua Pendaki Puncak Halau Halau Yang Tersesat Dikabarkan Pulang Hari Ini

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.net – Seorang anggota SAR Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Endro, mengabarkan dua orang pendaki puncak Halau Halau, Muhammad Saukani (18) dan Achmad Muhaimin ( 17), yang kemudian tersesat lantaran terpisah dengan 19 orang temannya, Senin (8/7/2019) dini hari, telah dalam perjalanan turun ke kampung hari ini.

“Info terakhir didapat, Saukani dan Muhaimin saat ini sudah dalam perjalanan turun dari puncak Halau Halau,” ujar Endro, dalam siaran tertulisnya melalui whatsapp.

Muhammad Saukani merupakan remaja dari warga Desa Seranggan, Kecamatan Sungai Raya, HSS. Sedangkan Achmad Muhaimin berasal dari warga Desa Kalumpang, Kecamatan Kalumpang, HSS. Keduanya dikabarkan merupakan pendaki pemula.

Foto Achmad Muhaimin.

Berdasarkan penuturan dari salah seorang pendaki lainnya, Idrus Rahman, mereka bersama Saukani dan Muhaimin memulai pendakian ke puncak Halau Halau melewati jalur Kadayang, HSS, Jumat (5/7/2019) siang. Total pendaki berjumlah 21 orang.

“Pendakian dipimpin oleh Lani. Dia ketua di salah satu pemadam kebakaran di Muara Ulin, Kandangan,” tutur Idrus saat dihubungi koranbanjar.net melalui telepon.

Setelah mendaki seharian, diceritakan Idrus, rombongan terpisah menjadi dua. Delapan orang di antaranya beristirahat di sekitar Penyaungan (base camp terakhir sebelum puncak).

“Setelah beristirahat kami berdelapan melanjutkan perjalanan. Namun hingga hampir sampai puncak kami baru menyadari Saukani dan Muhaimin tidak bersama kami. Kami berenam pun memutuskan kembali turun mencari mereka berdua,” ceritanya.

Namun setelah sampai di lokasi beristirahat sebelumnnya, mereka tidak juga menemukan Saukani dan Muhaimin.

“Setelah berunding, kami pun memutuskan untuk tetap turun karena sudah tidak sanggup lagi naik kembali menuju puncak,” kisahnya.

Hingga sampai di rumah, alih-alih bertemu Muhaimin dan Saukani, para rombongan pendaki tersebut malah mendapat kabar dari masing-masing keluarga bahwa keduanya belum pulang ke rumah dari awal berangkat mendaki.

“Saya kemudian menceritakan yang kami alami selama mendaki kepada keluarga mereka. Mereka pun syok mendengar cerita saya,” ujar Idrus.

Hingga sampai berita ini ditulis, belum ada kabar resmi yang didapat terkait kepulangan Saukani dan Muhaimin sampai di rumah masing-masing. (mdr/dny)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: