oleh

Dua Obyek Wisata Ternama Kalsel Terdampak Covid-19

Tertutup Total dan Tak Ada Pengunjung

Wabah Covid-19 tidak hanya memukul roda perekonomian,
juga dunia pariwisata kehilangan geliat karena ditutup total untuk pengunjung dan kunjungan wisatawan. Ini dialami dua obyek wisata ternama, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangan dan Kiram Park, yang kini sepi setelah tertutup total dan tak ada pengunjung.

 

HAIRIYADI, Karang Intan

 

HARI libur yakni Minggu (17/5/2020) siang sekitar pukul 12.30 Wita, saya menjenguk dua obyek wisata ternama di Kalsel yang selama belum dilanda wabah Covid-19 selalu tampak ramai pengunjung. Tahura Sultan Adam Mandiangin dan Kiram Park di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Namun, Tahura Sultan Adam yang pertama kali dikunjungi. Suasasana jalan sejak menuju lokasi obyek wisata panorama alam itu sudah tampak lengang dan sepi. Pengendara atau orang-orang setempat saja, terlihat berpapasan atau duduk-duduk di depan rumah.

Setibanya di pintu masuk Tahura Sultan Adam, bertamu dan diterima Lia dan Isro yang sedang bertugas piket di pos penjagaan. Lia menyatakan, Tahura Sultan Adam sudah lama ditutup total untuk umum saat wabah Covid-19 sampai sekarang.

Boleh masuk dan ada di lingkungan Tahura Sultan Adam, petugas jaga, kebersihan, keamanan dan karyawan UPT Tahura Sultan Adam.

“Iya tak ada yang boleh masuk, apalagi ini tertutup untuk umum. Kita tidak tahu entah sampai kapan dibuka lagi. Di dalam sepi, karena tertutup total dan tidak boleh ada pengunjung sesuai arahan pimpinan,” kata Lia terdengar ramah.

Dua Obyek Wisata Ternama Kalsel Terdampak Covid-19
Pengumuman penutupan sementara Kiram Park untuk umum. (Foto: koranbanjar.net)

Aktivitas mereka selain menjaga fasilitas dan tanaman, juga kelangsungan dan kesehatan binatang peliharaan sekaligus perawatan tempat lainnya. Tentunya berjaga supaya tidak ada pengunjung yang masuk.

Kondisi binatang di Tahura Sultan Adam disebutkannya terjaga baik, terutama makanan dan minuman tetap terpenuhi. “Kalau tidak salah sebulan lalu, malah ada rusa yang melahirkan,” katanya.

Sejenak berbincang dengan Lia dan Isro, saya beranjak ke Kiram Park. Karena sudah mengetahui Kiram Park juga tertutup untuk pengunjung. Saya memilih duduk di pos penjagaan pintu masuk, dan ngobrol bersama seorang petugas jaga sambil tetap jaga jarak.

Ia mengutarakan Kiram Park memang sudah lama ditutup bagi pengunjung umum maupun institusi. Ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Di sini, setiap tiga hari sekali dilaksanakan penyemprotan desinfektan di seluruh tempat di Kiram Park,” ujarnya.

Lelaki itu mengatakan tidak mengetahui sampai kapan penutupan Kiram Park. “Mudah-mudahan Covid-19 cepat berakhir,” imbuh dia.

Setelah mengetahui kondisi dua obyek wisata favorit warga banua, saya beranjak pulang. Tidak lupa yang saya lakukan dan jadikan kebiasaan di masa pandemik Covid-19, selalu membasahi tangan dengan anti septik pembersih tangan, gunakan masker dan menjaga jarak dengan teman bicara.

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: