DPRD Kalsel Setujui Tambahan Anggaran APD 30 M, Kabag keuangan KPU Kalsel Menyangkal

  • Bagikan
Kepala Bagian(Kabag) Keuangan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, Misbah Nurul Hilal saat wawancara dengan koranbanjar.net. (foto:leon/koranbanjar.net)
Kepala Bagian(Kabag) Keuangan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, Misbah Nurul Hilal saat wawancara dengan koranbanjar.net. (foto:leon/koranbanjar.net)

Dewan(DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan telah menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kalsel menambah anggaran 30 miliar untuk pembelian alat penunjang pencegah penyebaran Covid-19 atau alat pelindung diri(APD) yang dipergunakan pada Pilkada serentak, 9 Desember 2020 mendatang.

BANJARMASIN, koranbanjar.net –
Namun kabar tersebut justru dibantah oleh Kepala Bagian(Kabag) Keuangan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kalsel, Misbah Nurul Hilal.

“Tambahan 30 miliar yang mana ya? Pak Ketua tidak ada ngomong. Kalaupun ada pasti masuk kas kami,” tanya Misbah terlihat bingung.

Pernyataan itu ia ungkapkan dalam wawancaranya kepada koranbanjar.net, Kamis (3/11/2020) di Kantor KPU Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

Disinggung dana tersebut untuk pembelian Alat Pelindung Diri(APD) atau dana protokol kesehatan, Misbah mengatakan, pihaknya tidak menerima uang tunai, tetapi uang itu diberikan dalam bentuk barang(APD).

“Kalau untuk APD, biasanya kami hanya menerima barangnya, tidak berupa dana tunai. Mungkin saja 30 miliar itu dibelikan oleh pemerintah berupa barang,” katanya meraba.

Bahkan lanjutnya, kalaupun ada tambahan anggaran kami harus melakukan register kembali. Misbah menegaskan KPU Kalsel tidak menerima adanya tambahan anggaran 30 milar, selain dari 155 milar yang sudah ditentukan.

Dketahui sebelumnya, sumber informasi adanya penambahan anggaran tersebut keluar dari mulut Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas, Rabu (2/11/2020) lalu.

“Penambahan anggaran ini untuk memastikan keamanan penyelenggaraan Pilkada di Kalsel dari penyebaran Covid-19,” tutur Suripno Sumas kala itu.

Untuk itulah, dirinya mengajak semua pihak, baik petugas penyelenggara, baik tingkat TPS dan masyarakat selaku pemilih agar menjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Pastikan penerapan protokol kesehatan ini, agar terhindar dari penyebaran Covid-19, terutama yang memungkinkan terjadinya klaster Pilkada,” tandasnya.

Apalagi, saat pelaksanaan sarana prasarana penunjang telah disiapkan, seperti masker, tempat cuci tangan, sarung tangan, pengecekan suhu tubuh dan lainnya.

“Jadi masyarakat aman datang ke TPS menyukseskan Pilkada serentak pada 9 Desember nanti,” tukas Politisi Partai PKB ini. (yon)

NEWS STORY
  • Bagikan