BNN

Divonis 6 Tahun, Terdakwa Penyelewengan Kas PD Baramarta Nyatakan Pikir-pikir

  • Bagikan
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Jumat (10/9/2021). (Foto: Leon/koranbanjar.net)

Mantan Dirut PD Baramarta Teguh Imanullah nyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim yang menvonis 6 tahun penjara dan mengganti uang negara Rp9,2 M. Begitu juga jawaban dilakukan jaksa penuntut umum (JPU).

BANJARMASIN,koranbanjar.net – Putusan terhadap terduga kasus korupsi penyelewengan dana kas PD Baramarta Teguh Imanullah ini berlangsung dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Jumat (10/9/2021).

Majelis hakim dipimpin Sutisna Sarasti menyatakan mantan Dirut perusahaan milik Pemkab Banjar terbukti bersalah.

BACA:  70 Anggota PPS Pulau Laut Utara Ikuti ToT Pengawasan TPS

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi, kata Sutisna Sarasti.

Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Saat ditanya majelis hakim atas vonis tersebut, Teguh Imanullah yang mengikuti persidangan secara virtual dari Lapas Banjarmasin menyatakan pikir-pikir.

Begitu juga anggota tim JPU I Gusti Ngurah Anom menyatakan sikap serupa, pikir-pikir.

Selain kurungan 6 tahun penjara dan denda,  terdakwa dihukum membayar uang pengganti Rp9,2 miliar.

BACA:  Presiden Haiti Dibunuh, 4 Tersangka Tewas Dalam Baku Tembak

Bila tak bisa membayar, maka diganti dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU. Persidangan sebelumnya, JPU menuntut 9 tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp9,2 miliar, denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari ke depan kepada terdakwa dan JPU untuk mengambil langkah hukum berikutnya.

Penyelewengan dana kas dilakukan terdakwa sejak 2017 hingga 2020 saat masih menjadi Direktur Utama PD Baramarta.

BACA:  PSBB adalah Pilihan Paling Tepat Bagi Pemerintah Tangani Wabah Covid-19

Rinciannya 2017 sebesar Rp1,27 miliar, 2018 sekitar Rp2,65 miliar, 2019 sekitar Rp3 miliar dan 2020 sekitar Rp2,2 miliar dengan total lebih dari Rp9,2 miliar. (yon/dya)

(Visited 42 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *