Distributor Susu Beruang Pastikan Tak Pernah Menaikan Harga

  • Bagikan
Susu Beruang. (Sumber foto: ayosemarang.com)

Susu beruang belakangan ini menjadi perbincangan masyarakat hampir di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kotabaru sendiri. Terlebih, sejak masuknya wabah Covid-19 ini.

KOTABARU, koranbanjar.net – Sebagian masyarakat meyakini produk ini bisa meringankan bahkan mencegah virus menular tersebut.

Pasalnya, sejumlah toko besar seperti supermarket dan minimarket kini banyak mengalami kekosongan stok susu beruang. Bahkan, produk ini juga sempat viral karena stoknya yang sering langka dan harganya juga melonjak drastis.

Menanggapi hal tersebut, Diana selaku Operational Manager PT. Saudara Sukses Sejahtera, Distributor PT. Nestle Indonesia Kotabaru mengatakan, stok susu beruang saat ini memang mengalami kekosongan.

BACA:  Bupati Kotabaru Harapkan Kantor Imigrasi Aktif Kembali

Sehingga, pihak distributor sudah tidak bisa memasarkan susu beruang tersebut. “Untuk stok susu beruang di distributor kami saat ini sudah mengalami kekosongan sejak dua minggu yang lalu,” ujarnya, Rabu (4/8/2021).

Kata dia, meski sempat ada stok susu beruang di distributor, dipastikan tidak akan bertahan lama. Sebab, hanya dalam sehari susu beruang bisa langsung terjual habis.

“Di distributor kan barang datang itu setiap sebulan sekali. Jadi sekali datang susu beruang ini biasanya seribu karton, itu sebelum pandemi. Sesudah pandemi, stok di pusat juga sudah langka. Sehingga, kami hanya dapat 300 sampai 500 karton saja. Itupun sekali datang sehari sudah ludes,” jelasnya.

BACA:  Kotabaru Bentuk Posko Khusus Isoman di Tiap Kecamatan

Disinggung terkait kenaikan harga susu beruang, Diana mengatakan pihak distributor tidak pernah menaikan harga dalam memasarkan barang tersebut.

“Harga distributor hanya mencapai Rp 257 ribu untuk satu kartonnya, isinya 30 pcs. Di distribusikan ke toko-toko besar atau supermarket. Kami itu tidak pernah menaikan harga. Untuk pasaran biasa. Rp 9 ribu di toko, kalau sekarang bisa mencapai Rp.10 ribu per pcs, ” tutur Diana.

Menurutnya, kenaikan harga di pasaran pihak distributor tentu tidak bisa melarang toko atau supermarket.

BACA:  Danrem Tandai HUT RI Dengan Munajat Bersama, Mohon Hilangkan Wabah COVID-19  

“Kami tidak boleh ikut menaikan harga. Bagaimana pun kondisi dan situasi di pasaran, distributor tetap tidak boleh ikut menaikan harga itu. Kecuali, harga dari pusat memang mengalami kenaikan,” pungkasnya. (cah/ykw)

(Visited 29 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *