oleh

Distan Banjarmasin Kewalahan Ngurus Satwa di Kebun Binatang Jahri Saleh

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Kepala Dinas Pertanian Kota Banjarmasin, H.Lauhem Mahfuzi mengungkapkan pihaknya kewalahan menangani satwa yang berada di kebun binatang Jahri Saleh, Banjarmasin.

Hal ini dikemukakan dalam wawancaranya kepada koranbanjar.net,Senin (27/08/2018) terkait kabar satwa buaya yang dibiarkan berada di kolam yang kotor terkesan seolah tidak dipelihara secara benar.

Pernyataan Mahfuzi yang diungkapkan di dalam ruang kerjanya tersebut menjelaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menelantarkan satwa-satwa yang berada di kebun binatang itu.

Persoalan buaya yang ditelantarkan, Ia menimpal bahwa buaya tersebut sengaja dipindah ke kolam yang agak kecil, karena buaya tersebut tidak bisa dikumpulkan dengan buaya terdahulu yang berada di kolam besar.

“Karena pernah terjadi pengalaman terdahulu buaya yang agak kecil diceburkan di kolam besar, besoknya mati dimakan buaya besar di situ,” tambah Kepala Bagian UPT, Muis yang kebetulan berada di ruangan Mahfuzi saat itu.

Bahkan menurutnya setiap hari petugas dari Dinas Pertanian selalu melakukan pengontrolan dan kebersihan baik dari segi makanan maupun lingkungan sekitar satwa tinggal.

“Tetapi karena pembersihan dilakukan hanya di pagi hari, maka sorenya sudah pasti kotor lagi karena pengunjung berdatangan terutama dari kalangan anak-anak, sehingga kadang mereka melempar berbagai macam benda atau plastik di area sekitar binatang tersebut,”terangnya.

Namun Mahfuzi mengaku saat ini telah  kekurangan tenaga Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) di lapangan dalam menangani satwa yang berada di kebun bintang Jahri Saleh.

“Saat ini  petugas UPT yang menangani dalam perawatan, pemeliharaan di kebun bintang Jahri Saleh hanya satu orang, makanya kami di sini terus terang sedang kewalahan,” ucapnya.

Saat ini Dinas Pertanian Kota Banjarmasin masih menunggu keputusan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) Provinsi, untuk menindaklanjuti prihal kapasitas Taman Satwa di Jahri Saleh yang sudah penuh.

“Kami meminta BKSDA Provinsi agar sebagian binatang yang berada di sini, bisa dialihkan  kesana karena penangkaran di sini  sudah penuh dan kata pihak BKSDA, mereka menunggu juga dari keputusan kementerian pertanian,” pungkas Mahfuzi.(al/sir)

 

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: