oleh

Diprotes Ponpes Al Anwar, Pengelola Objek Wisata: Kalau Tidak Setuju Silakan Dipagar

-Berita Utama-1.113 views

HULU SUNGAI TENGAH, koranbanjar.net – Protes keras pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar yang dipimpin Ustaz H Syarkawi, terhadap keberadaan objek wisata Setajau Indah di Desa Baru RT 8 Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tampaknya mendapat perlawanan dari pengelola objek wisata.

Hal itu terlihat dari penuturan salah satu pengelola objek wisata Setajau Indah, Iluk (panggilan sehar-hari), warga Desa Baru. “Kalau tidak setuju dengan objek wisata Setajau Indah silakan diberi pagar pembatas,” ujarnya saat ditemui koranbanjar.net di Desa Baru, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Iluk, tujuan pembukaan objek wisata Setajau Indah yang lokasinya persis berseberangan sungai dengan Ponpes Al Anwar di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan, tak lain hanya untuk usaha masyarakat setempat.

“Jadi kami tidak ada niat sama sekali mengusik pihak pesantren di seberang. Sebab kami juga ingin mencari sesuap nasi,” tuturnya.

Iluk menekankan pihaknya tentu bertanggung jawab apabila ada pengunjung Setajau Indah melakukan hal yang dilarang maupun melanggar norma agama.

Terkait hal itu, saat ditemui koranbanjar.net secara terpisah, Kepala Desa Batu Tunggal, Baihaki berpendapat, pendirian pagar pembatas tidak akan mampu meredam kebisingan suara dari aktivitas wisata di Setajau Indah.

“Lingkungan yang tidak tenang dan kebisingan suara dari tempat wisata dapat mengganggu aktivitas belajar para santri Ponpes Al Anwar,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil Mediasi Buntu, Ponpes Al Anwar Masih Disegel

Dari pantauan koranbanjar.net, Sabtu kemarin, kondisi Ponpes Al Anwar masih kosong melompong. Seluruh santrinya sudah dipulangkan. Pun pimpinan ponpes, Syarkawi, juga telah meninggalkan ponpes yang menampung mantan pecandu narkoba itu.

Penutupan Ponpes Al Anwar oleh Syarkawi merupakan aksi protes terhadap keberadaan objek wisata Setajau Indah yang dikelola dari swadaya masyarakat Desa Baru RT 8.

Warga Desa Batu Tunggal hinga kini tak mengetahui keberadaan Syarkawi. Namun kabar lain menyebutkan, Syarkawi saat ini sedang berada di daerah Kabupaten Tanah Bumbu. (yat/mdr/dny)

Komentar

Berita Terkini