Dinkes Kalsel Sebut Angka Kematian Akibat TBC Masih Tinggi

oleh -304 views
Pemkab Banjar Upayakan Tekan Penyakit TBC
Santriwati Ponpes An-Najah Putri meminum tablet tambah darah (TTD). foto: asfi/koranbanjar.net

MARTAPURA, KORANABANJAR.NET – Banyaknya angka kematian akibat penyakit Tuberculosis (TBC) masih menjadi permasalahan dunia. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan H M Muslim.

Muslim menyebut, data dari WHO kasus TBC di 2017 diperkirakan 842 ribu kasus atau 319 dari 100 ribu penduduk. Kematian akibat TBC diperkirakan 107 ribu atau 40 dari 100 ribu penduduk, sementara pertahunnya 842 ribu kasus. Namun notifikasi kasus TBC hanya sebesar 442.172 kasus, maka masih ada sekitar 47 persen yang masih belum ternotifikasi.

“Sementara di Kalsel tahun 2018 rata-rata penemuan kasus hanya 45 persen, yakni 1307 kasus, berarti ada 55 persen kasus TBC yang belum terdeteksi maupun terjangkau,” ujar Muslim saat Peringatan TBC Sedunia di Pondok Pesantren An Najah Putri Cindai Alus Martapura, Sabtu (30/03/2019).

Baca juga Pemkab Banjar Upayakan Tekan Penyakit TBC

Hari TBC Sedunia sendiri diperingati tiap 24 Maret. Ini dilatar belakangi atas ditemukannya bakteri TBC (mycobacterium tuberculosis) oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882.

Ini, lanjut Muslim, dijadikan sebagai kesempatan untuk mengajak semua pihak untu brperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC, serta mengingatkan kembali bahwa TBC masih menjadi permasalahan kesehatan dunia.

“Diingatkan kembali bahwa penyakit TBC ini masih menjadi permasalahan dunia, yang menyebabkan banyak kematian diberbagai belahan dunia,” tuturnya.

Kemudian menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, gerakan penghapusan atau eliminasi TBC, peranan kaum muda dan keluarga sangatlah penting.

“Karena kaum muda adalah kaum yang energik sehingga mereka lah yang meningkatkan kepeduliannya dan rasa empatinya terhadap penyakit TBC. Selain itu peran keluarga sangatlah juga penting karena keluarga merupakan unit satuan terkecil di masyarakat, sehingga penuntasan TBC dapat dicegah sejak dini dan mudah untuk diobati,” imbuh Raudhatul Jannah.

Sementara Pimpinan Ponpes An-Najah Putri Cindai Alus Martapura, KH Ahmad Syairozi mengungkapkan, sangat bersyukur atas Peringatan Hari TBC Sedunia yang dilaksanakan di Ponpesnya. “Semoga pelaksanaan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan,” harapnya (fia/dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan