oleh

Dinas Perpustakaan Hadirkan Pendongeng Internasional

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET- Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupeten Banjar melaksanakan workshop Hypnotelling (story/telling  dengan kekuatan hipnoterapi) di Mahligai Sultan Adam Martapura, Kamis (26/07/2018) pagi dengan menghadirkan Kak Agus DS pendongeng Internasional.

Acara workshop itu  dihadiri Staf ahli Bupati Banjar Bidang Kemasyarakatan dan SDM Masruri, staf khusus Bupati Banjar Ali Syahbana, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten BanjarYasna Khairina, Kak Agus Ds sebagai pendongen dan guru-guru IGTKI dan PAUDNI perwakilan se- Kabupaten Banjar.

Sebelum acara dilaksanakan, Dinas Perpustakaan menampilkan bakisah (bercerita) dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang dibawakan Fahri dan Siti Rahmah.

Staf Bupati Banjar Masruri mengatakan, acara workshop ini adalah cara membina karakter anak melalui metode Hypnotelling, dia juga berharap para guru yang berhadir bisa menerapkan apa yang diperoleh dalam acara workshop ini dan bisa menerapkan di sekolah tempat mereka mengajar.

“Tentunya workshop ini sangat berguna bagi guru-guru, karena metode bercerita itu dilakukan dengan bercerita kasih sayang dan pasti disukai anak-anak,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Yasna Khairina mengatakan,  acara workshop ini adalah untuk guru-guru IJTK dan HIMPAUDNI yang mereka adalah pendidik anak.  Pihaknya  sengaja menampilkan narasumber yang ahli dibidangnya, sehingga nanti bisa dimanfaatkan pendidik PAUD ini untuk diaplikasikan kepada anak-anak didiknya.

“Workshop Hypnotelling ini mengajarkan kepada guru bagaimana cara mendongeng dengan baik kepada anak, Hypnotelling di sini bukan hypnotes yang kita kenal seperti di televisi, tetapi bagaimana agar anak itu lebih perhatian, lebih bisa masuk ke cerita, sehingga pesan-pesan yang  ada pada cerita bisa mereka pahami,” katanya.

Dia berharap, semoga dengan workshop ini, guru-guru bisa meningkatkan wawasan mereka, kemudian bisa memanfaatkannya untuk diri sendiri, dan bisa menerapakan pembelajaran ini untuk anak anak didik.(sai/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: