Dinamika Politik Gerindra Buat Penasaran Publik?

oleh -59 views
Dinamika Politik Gerindra Buat Penasaran Publik?
Dokter Abdul Halim saat pengambilan formulir, Selasa (29/10/2019) di DPC Gerindra Banjarbaru. (Foto:ist/koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Dinamika politik nampaknya tak ada yang bisa memprediksi. Salah satunya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang menyatakan tak akan umumkan secara resmi kepada bakal calon kepala daerah (bacada) dalam pilkada 2020. Selama ini, bisa dikatakan Gerindra cukup sembunyi-sembunyi untuk hal tersebut.

Seolah membuat penasaran publik, khususnya di Banjarbaru dengan perkembangan politik yang sudah mulai memanas.

Diwartakan sebelumnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tak akan umumkan secara resmi pendaftaran pencalonan bakal kepala daerah dalam pilkada 2020. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Noor.

“Sejak berdiri, seingat saya Gerindra memang tidak mengumumkan secara formal pembukaan pendaftaran bakal calon Pilkada,” kata Ilham saat ditemui Selasa (1/10/2019).

Dijelaskannya, bukan berarti pihaknya menutup pintu komunikasi dan kerjasama politik untuk hadapi Pilkada Kalsel 2020. Artinya, pihak-pihak yang berkeinginan mendapatkan dukungan Partai Gerindra dipersilahkan untuk datang dan berkomunikasi jajaki kerjasama hadapi Pilkada baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota penyelenggara di Kalsel.

Namun, siapa sangka ternyata saat ini Gerindra membuat kejutan publik yakni membuka pendaftaran bagi para calon kepala daerah secara terbuka. Di DPC Gerindra Banjarbaru, mulai membuka pendaftaran dari tanggal 25 Oktober hingga 15 November 2019.

Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani Syahran mengungkapkan, sampai saat ini baru tahap pengambilan formulir.

“Baru Dokter Abdul Halim yang sudah baru saja hari ini,”katanya.

Saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019), dijelaskannya untuk komunikasi dengan pihak lain memang sudah ada dengan petahana.

Disinggung mengenai, apakah Gerindra akan mencalonkan kader sendiri atau akan berkoalisi. Syahriani menerangkan, bisa kader bisa juga bisa saja non kader.

Diisukan hanya akan membuka loby politik di dalam saja, dirinya membantah hal tersebut.”Itu tidak benar, hanya isu saja,”tegasnya.

Sedangkan, mengenai arah Gerindra kedepannya ia enggan memberikan jawaban.

Dilain kesempatan, Bacada Banjarbaru Dokter Abdul Halim mengakui jika dirinya telah mengambil berkas formulir ke partai Gerindra.

“Sekitar pukul 14.00 wita saya ke sana, saya disambut Rakhmat beliau yang ditunjuk Sekretariat untuk pengambilan dan penyerahan formulir. Saya sangat senang dan berterima kasih karena gerindra membuka pendaftaran karena ada di salah satu media memberitakan tidak akan membuka pendaftaran Gubernur, Wali Kota dan Bupati,”tuturnya saat di hubungi melalui whatsapp, Rabu (30/10/2019).

Tetapi kemungkinan ada perubahan mendasar, dirinya berharap akan diusung partai yang berkoalisi dengan 02.

“Sebenarnya ini menjadi pertanyaan juga bagi para kawa relawan 02, mengapa kemarin saya sempat mendaftar di Nasdem tapi ya itu lah dinamika politik. Sebelumya, saya juga sudah ke PKS kemudian ini di Gerindra ya mudahan partai ini mengusungkan calon tersendiri mencari alternatif lain selain petahana. Makanya saya mengajukan diri untuk berkompetisi,”harap pria yang saat ini berprofesi sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Posisi saya, lanjutnya, kemungkinan nanti sebagai calon Wakil Wali Kota.”Memang sih di Nasdem calon Wali Kota, tetapi kemungkinan PKS dan Gerindra sebagai Wakil Wali Kota. Cenderung sebagai Wakil saja sepertinya,”ucapnya.

Disinggung mengenai, mengapa dirinya pada beberapa partai berbeda mengajukan dirinya sebagai calon Wali Kota maupun sebaliknya.”Membaca dinamika yang terjadi sekarang,”tandasnya. (ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan