BNN

Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Medan Ditemukan Tersungkur Dengan Mulut Berbusa di Kamar Hotel Kotabaru

  • Bagikan
Lokasi yang menjadi tempat korban menginap. (Foto: icah/koranbanjar.net)

Diduga mengakhiri hidup dengan bunuh diri, seorang lelaki asal Medan ditemukan dengan mulut berbusa di sebuah kamar hotel di Kotabaru

KOTABARU,koranbanjar.net – Seorang tamu di Hotel Mandiri di Jalan Surya Gandamana Nomor 7 Kotabaru, Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, Ditemukan tersungkur dengan mulut berbusa.

Korban yang diketahui berinisial RN tersebut ditemukan dalam keadaan sekarat di kamar nomor 205 Hotel Mandiri Kotabaru.

Korban diketahui asal Medan yang juga merupakan Anak Buah Kapal (ABK),  sandar di sandaran Laut Kotabaru.

Dari pantauan koranbanjar.net di lapangan, sebelum kejadian itu, korban RN diketahui turun ke daratan bersama tiga rekannya yang juga merupakan ABK, dengan tujuan berbelanja keperluan dapur di kapal.

Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil, melalui Kanit Krimum Ipda Agus Suyanto menjelaskan.

Peristiwa tersebut bermula, pada Rabu (2/10/2021) mereka bersama rekannya pergi berbelanja sembako kapal ke pasar dengan dipandu oleh warga lokal dari Desa Rampa Kotabaru untuk menunjukkan lokasi pasar yang ingin mereka tuju.

Setelah selesai berbelanja barang-barang, RN dan rekan-rekanya kembali ke kapal untuk mengantar belanjaan tersebut.

“Namun RN pada saat itu tidak ikut kembali ke Kapal dengan alasan ingin berbelanja lagi tahap ke dua,” terang Agus, Selasa (5/10/2021).

Singkat Cerita, RN yang tidak ikut rekanya kembali ke Kapal pada hari Rabu itu, memutuskan untuk menginap di Hotel Mandiri sendirian usai berbelanja. Dan di hari Kamis korban Check Out dari hotel dan pergi berbelanja tahap ke dua.

“Jadi setelah berbelanja tahap ke dua, si RN ini mengirimkan hasil belanja ke Kapal. Setelah itu memutuskan untuk menginap di rumah pemandu lokal ini sampai pagi,” terangnya.

Lanjut Ipda Agus, RN yang menginap di rumah pemandu lokal itu kemudian meminta ijin kepada pemandu lokal untuk pergi jalan-jalan sendirian.

Setelah diizinkan oleh pemandu lokal, RN kemudian langsung pergi pada Jumat pagi tersebut.

“Kemudian, kapten kapal menghubungi si pemandu lokal ini, meminta mencarikan ABK nya karena sudah dua hari tidak kembali ke kapal, dan memerintahkan RN untuk kembali ke kapal,” sambungnya.

Kemduian lanjut Agus, para pemandu lokal ini langsung mencari RN dengan mengecek di hotel Mandiri apakah ada pengunjung yang bernama RN menginap di hotel tersebut.

Setelah di cek oleh panjaga hotel ternyata benar bahwa RN telah Check In di kamar hotel 205 pada Jumat siang.

Jadi, para pemandu lokal ini naik ke lantai dua untuk mengetok pintu kamar RN. Namun selang beberapa waktu RN tak kunjung membuka pintu kamarnya.

“Setelah itu para pemandu kapal ini berinisiatif untuk meminta kepada resepsionis untuk membukakan pintu kamar dengan kunci serep,” imbuhnya.

Setelah berhasil dibuka, para pemandu lokal ini dikejutkan dengan RN yang sudah tertelungkup di dalam kamar hotel dengan mulut berbusa.

Di sekitarnya terdapat empat botol racun babi jenis Timek. Setelah itu sambung Agus, korban yang ditemukan dengan keadaan kritis itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sayangnya, nyawa RN tidak dapat terselamatkan karena saat dibawa sudah dalam keadaan kritis.

“Untuk permasalahan ini kami masih melakukan pendalaman, dan belum diketahui apa penyebab pastinya RN yang diduga bunuh diri. Kini Jasad RN terlah dikembalikan ke pihak keluarga dan dikebumikan di Medan”pungkasnya. (cah/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =