oleh

Didaftarkan Ke Unesco, Walhi Kalsel: Tak Mampu Menjawab Tuntutan Save Meratus!

BANJARBARU, koranbanjar.net – Geopark Meratus rencananya akan ditingkatkan status, dari nasional ke internasional yang diakui United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco). Namun, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel) tetap kekeh akan selalu memperjuangkan save meratus.

Seperti diketahui, Save Meratus merupakan sebuah gerakan masyarakat guna menolak bahaya dan ancaman pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Jika pegunungan meratus didaftarkan ke Unesco, tuntutan kita untuk gerakan save meratus jelas. Yang tersisa sekarang hanya pegunungan meratus, dan ini atapnya Kalsel. Selama ini kita ketahui, lantai dan dinding rumah Kalsel sudah rusak,” ujar Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono kepada koranbanjar.net saat ditemui usai pelantikan Wabup HST, Kamis (12/12/2019) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

Menurutnya, sebanyak 50 persen di Kalsel dari total 3,7 juta hektar sudah dikuasai izin tambang dan sawit.

“Meratus harus diselamatkan, kita semua harus terlibat karena merupakan rimba dan hutan terakhir yang ada di Kalimantan. Apalagi, Kaltim dipilih sebagai Ibu Kota Negara (IKN) maka akan menjadi sangat vital,” tegasnya.

Disinggung mengenai Walhi Kalsel setuju apa tidak pendaftaran Geopark Meratus ke Unesco. Ia menjawab, terkait itu pasti tidak mampu menjawab tuntutan dari save meratus.

“Bayangkan jika di geositenya itu adalah wilayah keramat masyarakat adat dayak meratus, maka disisi lain akan bermasalah dikemudian harinya. Perlu diketahui, selama ini penentuan dan keputusan untuk dijadikan geopark. Tanpa adanya pelibatan masyarakat, khususnya masyarakat adat dayak meratus,” bebernya.

Berikut tuntutan Walhi Kalsel terhadap gerakan save meratus:

1. Cabut izin tambang maupun perkebunan monokultur, yang ada di pegunungan meratus.
2. Kembalikan dan akui, wilayah adat dayak meratus.
3. Sejahterakan adat dayak meratus.
4. Selamatkan meratus, karena merupakan sumber kehidupan dan atapnya Kalsel.
5. Ayo kita membangun Kalsel dan Indonesia, dengan mengutamakan keselamatan rakyat dan lingkungan. (ykw/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: