oleh

Dialah Yang Selama Ini Terbang Mengitari Mega Dan Bumi Kalsel

HUMORIS, ramah, supel dan murah senyum. Itulah kesan pertama ketika pewarta koranbanjar.net bertemu dengan Faris Abdul Haris Ikhsan, seorang pilot helikopter patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap lalu-lalang di antara mega dan bumi Kalsel dalam beberapa pekan ini.

Laporan Jurnalis koranbanjar.net, YULIANDRI KUSUMA W – Kalsel

Ican panggilan akrabnya. Pria asal Bandung ini memulai karier sebagai pilot sejak ia bersekolah di Lombok International Flight Academy (akademi penerbangan internasional), Nusa Tenggara Barat, 2014 lalu, setelah beberapa tahun lulus dari bangku SMAnya.

“Waktu itu saya masih terbang pakai pesawat fix wing. Lalu pada 2017 awal, saya ambil helicopter type rating untuk spesialis helikopter,” katanya.

Selepas mengambil pendidikan spesialis helikopter, jadilah Ican seorang pilot pesawat bersayap putar handal seperti seperti sekarang ini.

Sederet artis dan tokoh penting pun pernah ia terbangkan. “Rafi Ahmad pernah, Andi Soraya juga. Kemudian menerbangkan Bupati Penajam Paser Utara (Kaltim),” ujarnya.

Sedangkan terbang untuk memantau karhutla, telah dijalani lajang berusia 29 tahun itu sejak 2018 lalu. “Ini tahun kedua saya bertugas di Kalimantan,” kisahnya.

Ican memilih jadi pilot helikopter karena menurutnya lebih menantang dari pada menerbangkan pesawat. “I love flying (aku suka terbang), dan saya bukan orang yang terbang harus ada pramugari. Pilot muda sekarang kan kebanyakan lebih cenderung suka terbang karena ada pramugari dan gaji besar,” bebernya.

Padahal, dia sadar betul cara menerbangkan helikopter lebih sulit dibanding menerbangkan pesawat. “Makanya syarat jadi pilot helikopter itu harus bisa nerbangin pesawat biasa dulu. Kalau syarat itu sudah, baru bisa ambil spesialis helikopter,” ujarnya.

Ican memantau titik api karhutla. (foto: yuli kusuma/koranbanjar.net)

Sampai saat ini, Ican mengaku belum pernah merasa dan menemui kesulitan dalam menerbangkan helikopter. “Tapi kalau yang namanya terbang ada kalanya menemui cuaca buruk. Biasa lah, itu tugas pilot pintar-pintar aja ngaturnya gimana,” ucapnya.

Menurutnya, bisa melihat bumi dari atas adalah suatu hal yang sangat menarik. Itu sebabnya, menerbangkan helikopter bukan lagi hanya sekadar tugas dan perkerjaan bagi Ican, melainkan sudah dianggapnya menjadi sebuah hobi.

Sisi Lain Ican

Handal menerbangkan helikopter bukan berarti Ican handal juga dalam menerbangkan hati perempuan. Bagaimana tidak? Pria kelahiran 24 Oktober 1990 ini ternyata pernah mengalami persolan pelik dalam mencari pendamping hidupnya.

Bahkan, dicertakannya, niatnya nikah sudah pernah gagal tiga kali. Pengalaman pahit itu ia alami sebelum menjadi pilot.

“Hubungan pacaran yang paling lama saya jalani ada empat tahun, dan sudah tiga kali saya enggak jadi nikah. Ceweknya nikah sama pejabat. Kalau saya sih apa ya, cuma sopir,” tuturnya.

Hingga kini, pengalaman pahit itu sulit ia pungkiri. Dia bahkan mengakui ada sedikit trauma dengan masa lalunya yang sering kali gagal dalam menemukan pasangan.

“Jadi sekarang kalau ada dekat sama perempuan, pasti saya ingat dan mikir kaya dulu lagi. Memang tidak semua wanita sama, tapi prasangka buruk saya pasti ada. Karena saya mengalaminnya enggak cuma sekali. Jadi ya wajar lah,” ungkapnya.

Ican ditugaskan sebagai pilot helikopter patroli karhutla di BPBD Kalsel sejak 1 Agustus 2019 lalu. Dalam tugasnya memantau titik api dari ketinggian, Ican menggunakan Helikopter Robinson R66 PK RTJ. Pewarta koranbanjar.net, Rabu (4/9/2019) kemarin, berkesempatan terbang bersama Ican mengitari cakrawala Kalsel memantau titik api. (dny)

Komentar

Jangan Lewatkan