Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Di dalam Ransel Ada Parang dan Mandau, Pria ini Diamankan Petugas

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BARABAI, KORANBANJAR.NET – Petugas dari Sat Sabhara Polres HST berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Kamis (04/10) pukul 00.05 WITA.

Pelaku berinisial BD (21) yang merupakan warga Desa Hulu Rasau RT 02 Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. BD ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Kamis dini hari, anggota Sat Sabhara berhasil menangkap satu orang pemuda yang membawa senjata tajam jenis parang,” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo.

Kronologis penangkapan pelaku berawal saat anggota Sat Sabhara Polres HST sedang melaksanakan kegiatan patroli dan ketika melintas di Desa Mandingin, petugas melihat gerak–gerik seorang pemuda yang mencurigakan di pinggir jalan.

Petugas pun segera melakukan pemeriksaan terhadap pemuda tersebut yang saat itu sedang membawa sebuah tas ransel warna merah hati.

Tidak lupa, petugas juga melanjutkan dengan penggeledahan badan serta barang bawaan. Hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan 2 bilah senjata tajam jenis Mandau dan parang di dalam tas ransel tersebut.

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres HST untuk pemeriksaan lebih lanjut karena dilihat dari barang bawaannya, dicurigai pemuda tersebut tidak menutup kemungkinan akan melakukan suatu tindak pidana,” lanjut AKBP Sabana Atmojo.

Ketika ditanya oleh petugas tentang kepemilikan senjata tajam tersebut, pelaku tidak dapat menunjukan izin membawa senjata tajam dari pihak yang berwajib serta sejata itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dari pelaku sehari-hari.

“Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis parang lengkap dengan kompang yang terbuat dari kayu warna hitam, panjang besi 39 cm dan lebar besi 3 cm serta 1 bilah senjata tajam jenis mandau lengkap dengan kompang yang terbuat dari kayu warna merah, panjang besi 33 cm dan lebar besi 3 cm,” ujarnya lagi.

Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.(ami/ana)

  • Bagikan