Desa ini Manfaatkan Lubang Galian Batu Bata Menjadi Kolam Ikan

KANDANGAN, KORANBANJAR.NET – Bekas galian usaha pengolahan batu bata oleh masyarakat yang sudah menimbulkan lubang dimanfaatkan pemerintah desa Gambah Luar Muka berinovasi menjadikan kolam ikan.

Pemerintah desa tersebut bekerjasama dengan pemilik usaha batu bata di wilayah nya untuk menggunakan lubang bekas galian yang sudah tidak digunakan, adapun pemanfaatannya saat ini untuk kolam ikan nila dan ikan mas.

Hal itu dituturkan Kades Gambah Luar Muka Nuria Farida saat kedatangan Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel Zulkifli beserta tim penilai lomba evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tingkat provinsi Kalimantan Selatan Rabu (22/5/2019) pukul 13.00 di halaman kantor Desa Gambah Luar Muka.

Inovasi tersebut ujar Kades Farida selain mengikuti kebijakan Bupati Hulu Sungai Selatan untuk pemerintahan yang berwawasan lingkungan, juga untuk menambah pendapatan masyarakat desa nya.

Pemerintah desa Gambah Luar Muka melihat dari usaha pengolahan batu bata diberbagai daerah dan banyak meninggalkan bekas terutama lubang, jika dibiarkan terus akan menjadi lubang yang tidak bermanfaat lagi bahkan bisa merugikan.

Maka dari itu perlunya pemanfaatan lubang tersebut agar bernilai positif bagi masyarakat sebagai kolam ikan yang saat ini panen ikan dalam usaha dari inovasi tersebut tidak kalah dengan panen ikan pada usaha keramba-keramba di daerah perairan.

“Terimakasih kepada jajaran pemerintahan kecamatan, jajaran pemerintahan kabupaten dan para SKPD yang sudah banyak membimbing dan memotivasi kepada kami sehingga bisa berinovasi dan dapat mewakili Desa di kabupaten HSS mengikuti lomba ini ditingkat provinsi,” ucapnya.

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Syamsuri Arsyad yang menghadiri penyambutan tim penilai tersebut mengucapkan penghargaan dan terimakasih kepada ibu Kades Gambah Luar Muka dan sekaligus mengatakan rasa bangganya terhadap inovasi tersebut.

“Kita berharap kegiatan inovasi-inovasi yang ada sekarang ini pada prinsipnya bisa bermanfaat,” ucapnya.

Wabub Syamsuri meyakini beberapa inovasi yang disampaikan desa tersebut memenuhi unsur unsur penilaian, yaitu tentang pemerintahan, kewilayahan dan sinergisitas pemberdayaan masyarakat. “Mudahan hasilnya nanti sesuai dengan yang kita harapkan bersama, dan setelah lomba ini tidak menjadikan kita kendor, justru sebagai pioneer menuju HSS kearah yang lebih baik” harapnya.

Selain inovasi tersebut ada berbagai inovasi lainnya diantaranya aplikasi pelayanan melalui pesan whatsApp dan inovasi setiap yang datang berurusan dengan desa dianjurkan membawa barang bekas untuk dikumpulkan baik ke bank sampah ataupun kegiatan sosial. (yat)

Read Previous

Keterlibatan Perempuan dalam Pemerintahan di HSS, Kadis PMD Kalsel Takjub

Read Next

Membuat sensasi Berbeda, Para Pemuda ini Bukber di Puncak Gunung

Tinggalkan Balasan