Deretan Pembangunan di Kabupaten Banjar Terlantar yang Menguras Uang Rakyat

  • Bagikan
Bak-bak Pedagang Kaki Lima di Pasar Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk yang tidak berfungsi.(foto:koranbanjar.net)

Sederet pembangunan di Kabupaten Banjar yang telah menguras uang rakyat, namun sampai sekarang tidak terpakai. Ini membuktikan perencanaan yang disusun Pemerintah Kabupaten Banjar dan DPRD Kabupaten Banjar, khususnya terhadap sarana dan prasarana yang tersebut di bawah ini sepertinya tidak terencana dengan matang. Paling parah terjadi pada pembangunan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura.

BANJAR, koranbanjar.net – Banyak sekali pembangunan di Kabupaten Banjar yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan miliar, kini menjadi sia-sia. Sebut saja, pembangunan Pusat Perbelanjaan Sekumpul di Kota Martapura, pembangunan Pasar Sungai Bakung di Kecamatan Sungai Tabuk, pembangunan Pasar Rakyat Gambut hingga pembangunan Pusat Pertokoan Permata di Jalan Sukaramai, Kota Martapura.

Ironisnya, meski pembangunan-pembangunan tersebut terbengkalai dan menguras APBD Kabupaten Banjar, para wakil rakyat yang duduk di parlemen Kabupaten Banjar belum ada yang gusar atau mempersoalkan hal itu, lantas ada apa?

Inilah sederet pembangunan sarana dan prasarana, khususnya pasar di Kabupaten Banjar yang masih terlantar sampai sekarang.

Pusat Perbelanjaan Sekumpul

Terminal Angkutan Umum di PPS Martapura.(foto:koranbanjar.net)

Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) adalah pasar yang semula direncanakan untuk merelokasi para pedagang yang berada di Pasar Batuah Martapura. PPS berada di tepi Jl A Yani sekitar Km 38,5 Kota Martapura.

Dari seluruh pedagang yang semula akan direlokasi, hanya pedagang pasar subuh yang sudah berpindah lokasi berjualan ke PPS. Kabar lain yang tidak sedap beredar selama ini, salah satu penyebab pertokoan di PPS tidak berfungsi, karena sebagian pertokoan di PPS justru milik para oknum mantan pejabat Pemkab Banjar dan oknum mantan anggota DPRD Banjar, yang notabene bukan pedagang. Mereka memiliki toko-toko di kawasan PPS tersebut diduga dengan maksud hanya untuk disewakan lagi.

Akibatnya, sampai sekarang pertokoan dan bak PKL serta bangunan lain di PPS tersebut banyak yang terlantar, bahkan hancur tak keruan.

Bukan cuma hancur, sebagian toko juga sering dijadikan “WC Umum”, bahkan ada yang digunakan tempat tinggal orang-orang tertentu, yang tak diketahui asal muasalnya.

Kemudian, pintu-pintu toko seperti rolling door sudah banyak yang rusak, sebagian lainnya tidak disertai pintu.

Pada toko-toko yang tak berpintu, terlihat bagian dalam sangat jorok, menebarkan bau pesing dan kotoran lain. Di lokasi lain, bangunan terminal sudah mengalami kerusakan sangat parah, bagian atap ambrol. Tak jauh dari terminal, deretan toko dengan kondisi atap yang juga runtuh.

Pasar Rakyat Gambut

Pasar Rakyat Gambut terbengkalai.(foto:koranbanjar.net)

Pasar Rakyat Gambut yang dibangun di tepi Jl A Yani Km 14,300, Kecamatan Gambut sudah bertahun-tahun mangkrak alias terbengkalai. Padahal pembangunan pasar ini telah menguras uang rakyat yang tidak sedikit.

Aset Pemerintah Kabupaten Banjar ini dibangun dengan anggaran diperkirakan mencapai miliiaran rupiah, namun tidak berfungsi. Bangunan Pasar Rakyat Gambut berada di Jl A Yani Km 14.300, Kecamatan Gambut.

Pasar Sungai Bakung

Pasar Sungai Bakung juga mangkrak.(foto:koranbanjar.net)

Tidak kalah disayangkan adalah pembangunan Pasar Sungai Bakung yang terletak di Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Bangunan yang diperkirakan menguras APBD Banjar hampir Rp1 miliar ini bertahun-tahun juga terbengkalai.

Kini Pasar Sungai Bakung hanya menjadi bangunan mati dan ditumbuhi semak belukar. Kabarnya, setelah Pasar Bakung dibangun, sampai sekarang tidak pernah difungsikan sama sekali.

Pusat Pertokoan Permata

Pertokoan Petmata di Jl Sukaramai Martapura.(foto:koranbanjar.net)

Pembangunan Pertokoan Permata di Jl Sukaramai, tepatnya di apit eks Kodim 1006 Martapura dan kantor PD Pasar Bauntung Batuah ini juga sudah cukup lama mangkrak.

Di kawasan Jl Sukaramai, wilayah Pasar Martapura terdapat sejumlah bangunan pusat perbelanjaan yang terdiri dari pertokoan dan bak PKL yang tak satupun buka. Aktifitas jual-beli permata yang mestinya berlangsung di kawasan tersebut sangat sepi. Begitu pula pada bak-bak PKL yang kosong melompong. Kabarnya pula, di kawasan pertokoan itu terdapat salah satu toko milik oknum DPRD Kabupaten Banjar yang juga tidak difungsikan.(sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *