oleh

Debat Paslon Pilkada Banjar Sangat Berpengaruh Bagi Pemilih

Ajang debat publik pasangan calon (paslon) kepala daerah Kabupaten Banjar 2020-2024 bakal digelar KPU Kabupaten Banjar 24 Nopember 2020, dinilai masyarakat Kabupaten Banjar sangat berpengaruh bagi pemilih menentukan pilihannya saat mencoblos pada 9 Desember 2020.

BANJAR,koranbanjar.net – Tiga paslon bupati dan wakil bupati Banjar 2020-2024, sebentar lagi akan melakukan debat publik, yang bisa disaksikan seluruh pasang mata warga Kalsel, terutama Kabupaten Banjar.

Kemampuan dan kualitas H Saidi Mansyur – Said Idrus, DR Andin Sofyanoor SH MH – KH Muhammad Syarif Busthomi, H Rusli – KH M Fadlan diuji melalui debat terbuka yang disiarkan langsung oleh TVRI Kalimantan Selatan pukul 20.00 Wita.

Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap gelaran rangkaian demokrasi dan edukasi politik ini?

Abu Hanif, seorang pegiat media sosial mengatakan, sangat penting adanya debat kandidat paslon.

Karena, publik tidak semuanya mempunyai sosial media, apalagi mengenal secara detail siapa paslon bakal mereka pilih.

“Sangat besar pengaruh diadakannya debat kandidat, banyak kok pengaruhnya dan bisa jadi pedoman bagi pemilih menentukan pilihan,” kata dia, Kamis (19/11/2020).

Misalnya, masyarakat tahu siapa yang lebih cerdas, siapa yang lebih alim atau siapa yang lebih mengerti dan menguasai masalah beserta solusi.

“Semuanya masuk dalam ranah kualitas atau tidak berkualitas, layak atau tidak,” imbuhnya.

Dipaparkan Abu Hanif, dari debat ini juga kita akan tahu mana paslon yang benar-benar anti money politic dengan berani bersuara, mana yang enggan berkomentar masalah money politic.

Masyarakat juga akan menilai, mana yang konkrit menjawab dan mana masih bingung menjalani pemerintahan ke depan.

“Terpenting, semuanya menjadikan ulama sebagai wakil masing-masing. Mana yang menjadikan ulama sebagai pengarah, pembimbing bahkan penjaga, atau sama seperti ditempat kebanyakan bahwa ulama hanya alat pendongkrak elektabilitas dan suara,” katanya.

Di tempat terpisah, mahasiswa pasca sarjana UIN Antasari Banjarmasin, Sodik mengemukakan, tiga paslon sepanjang debat berlangsung jangan sampai gagal menghadirkan apa yang menjadi harapan publik.

“Seperti pemaparan ide dan gagasan unggulan dari setiap pasangan,” kata warga Kelurahan Keraton Martapura ini.

Masyarakat, sambung dia, tentu menginginkan jalannya debat yang tidak hanya menghadirkan tontonan menarik, tapi juga membahas ide dan gagasan para paslon terkait rencana mereka membangun Kabupaten Banjar selama kepemimpinan.

“Karena itu, patut untuk mengetahui bagaimana respon publik setelah menyaksikan jalannya debat,” ucapnya.

Penilaian lain disampaikan Dana, mahasiswi UAY Banjarbaru. Rasanya, ungkap dia, kalau di atas podium akan kelihatan kecerdasan paslon. Serta masyarakat dapat menilai.

“Soalnya kan tidak ada tim yang memberi tahu jawaban saat paslon lain menyanggah atau bertanya,” cetus cewek berkacamata tersebut.

Vina, juga mahasiswi UAY Banjarbaru yang tinggal di Martapura menyebutkan, apa yang disampaikan paslon nanti akan menjamin kejujuran dan amanah.

“Siapapun terpilih nanti kami harap tepati janji atau benar benar dilaksanakan,” harapnya.

Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin, Syifa memyatakan sangat bagus diadakannya debat karena dengan adanya debat masyarakat bisa tahu kualitas jawaban paslon.

Dapat membandingkan mana paslon benar- benar ingin memajukan Kabupaten Banjar dan masyarakat yang belum menentukan pilihan bisa menilai langsung dari debat, sehingga tidak ada alasan untuk golput.

Adakah pengaruhnya? Pasti berpengaruh, tegasnya. Pemikiran masyarakat terbuka untuk menentukan pilihan yang baik dinilai dari jawaban, kecerdasan, sikap pemimpin.

“Kalau perlu adakan dua sampai tiga kali, sebab sekali saja tidak akan banyak tergali dan diketahui kredibilitas paslon,” kata cewek asal Karang Intan. (dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: