oleh

Dari Jodoh, Akhmad Fahmi Menemukan Jalannya Menjadi Politikus

Akhmad Fahmi, Ketua DPRD HSS saat ini, pernah menyandang status anggota dewan termuda nomor 2 di Kalsel pada 2009, di umurnya ke 21 tahun. Pria kelahiran 12 Desember 1982 ini sudah yang ketiga kalinya terpilih menduduki kursi kehormatan rakyat.

Tak banyak orang yang tahu, Fahmi sebelumnya tidak terbenak dalam fikiran menjadi seorang politikus. Pernikahannya dengan Lia Noviana, merubah jalan hidupnya. Ikuti kisahnya sampai selesai.

Muhammad Hidayat, Kandangan

‘Mukmin yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah’. Sekiranya itulah quotes pada kolom bio instagram @akhmadfahmi, akun liki Ketua DPRD HSS dengan 4 ribu lebih followers itu.

Mungkin pesan yang ingin disampaikan fahmi dengan mengutip hadis Nabi Muhammad Saw tersebut, untuk memotivasi diri dan semua orang untuk menjadi kuat agar bisa bermanfaat bagi sesama.

Ketua DPRD dengan tagline ‘keep smile, humble, and alhamdulillah’ ini, selalu termotivasi ingin menjadi legislator yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Fahmi juga merupakan pribadi yang ramah, selalu bersikap apa adanya baik di depan ataupun di belakang orang-orang.

Kisahnya dimulai dari lulus kuliah sekitar 2008. Akhmad Fahmi masih belum memiliki pekerjaan, dan ia mengisi waktu dengan hobi bulutangkisnya. Dari hobi tersebut ia menemukan jodoh, bahkan setelahnya mulai menemukan jalan dalam titian karirnya.

Fahmi jatuh hati dengan puteri pemilik gedung tersebut, yang tak sengaja bertemu saat akan membayar sewa lapangan. Hingga akhirnya berjodoh dan menikah, tanpa melaui proses pacaran.

Melalui kakak iparnya yang merupakan Ketua DPD PKS Kabupaten HSS, Fahmi ikut dicalonkan dalam perburuan kursi parlemen daerah pada Pemilu 2009.

Dengan dukungan penuh sang istri dan keluarga, rupayanya takdir mengiyakan Fahmi terpilih sebagai Wakil Rakyat.

Bahkan saat itu Fahmi menjadi anggota dewan termuda ke-2 di Kalsel. Sedangkan termuda pertama waktu itu legislator dari Kabupaten Tanah Laut.

“Alhamdulillah Allah mentakdirkannya (terpilih jadi Anggota DPRD HSS). Memang masih muda, baru lulus kuliah langsung jadi anggota dewan,” ucap mantan santri ponpes Modern Islam Assalam Kecamatan Surakarta Jawa Tengah itu, bersyukur.

Seorang pemuda harus berani dalam mengambil keputusan, meski resiko kegagalan sangat besar. Aktivis Soe Hok Gie pernah berkata “Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah”. Sekiranya begitulah gambaran motivasi Fahmi saat itu.

Satu periode menjadi anggota DPRD, Fahmi kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2014, dan terpilih lagi. 2018, karir jabatannya menjadi ketua DPRD dimulai.

Saat itu berlangsung tahapan Pilkada di HSS. Ketua DPRD HSS waktu itu Syamsuri Arsyad maju menjadi calon wakil bupati. Sesuai aturan, jika anggota dewan mengikuti Pilkada tidak boleh cuti lagi, sehingga Syamsuri Arsyad harus mundur.

Partai PKS selaku peraih kursi terbanyak, kembali harus menentukan siapa yang dipilih menjadi ketua DPRD. Ringkasnya, Akhmad Fahmi ditunjuk menjadi Ketua DPRD HSS.

Pada pemilu 2019 lalu, ia kembali mencalon untuk ke-3 kalinya, dan kembali terpilih serta menjadi pimpinan DPRD HSS hingga 2024 mendatang. “Sekarang tidak termuda lagi, karena sudah banyak anggota dewan yang muda-muda,” pungkasnya. (*)

Komentar

Jangan Lewatkan