Baznas

Dari Haul ke 49 KH Anang Sya’rani Arif, Sempat Menimba Ilmu 22 Tahun di Makkah

  • Bagikan

BANJAR – Puluhan ribu jama’ah dari berbagai daerah berbondong-bondong datang memadati Desa Melayu Tengah,  Kecamatan Martapura Timur,  Kabupaten Banjar, untuk menghadiri Haul ke 49 KH Anang Sya’rani Arif, Rabu (07/02) pagi.

Para jamaah memenuhi kubah KH Anang Sya’rani Arief dan halaman hingga mengisi ruas Jl Melayu Tengah. Mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian haul yang diawali dengan pembacaan surah yasin, tahlil serta maulid Rasul.

Haul salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam ini juga dihadiri Bupati Banjar H Khalilurrahman serta tokoh ulama dan habaib.

Bupati Banjar H Khalilurrahman dalam sambutan mengatakan, peringatan haul ini sebagai bentuk penghargaan kepada sang ulama atas jasa-jasa dan ilmu yang diajarkannya. “Semoga dengan kita berhadir di acara haul ini, kita semua mendapat berkah dari Allah Swt,” ujar H Khalilurahman

KH Anang Sya’rani Arief di masa muda bersama sang sepupu yang bernama KH Muhammad Syarwani Abdan Bangil sempat mengecap pendidikan agama di Tanah Suci Makkah. Kedua ulama ini mendapat gelar 2 Mutiara dari Tanah Banjar.

Selama 22 tahun menimba ilmu di Makkah dan sempat menjadi pengajar di Masjidil Haram, sekitar tahun 1952, KH Sya’rani Arif kembali ke Martapura.

Di kampung halaman, KH Sya’rani Arif diberikan kepercayaan untuk  memimpin Pondok Pesantren Darussalam dari KH Kasyful Anwar. Kemudian dia membuka majelis pengajian khusus guru-guru di kediamannya, di Kampung Melayu.

“Beliau itu seorang muhadits yakni seorang yang ahli dan hafal ribuan hadits lengkap dengan sanadnya,” ujar seorang umat muslim yang datang di acara haul.

Dalam acara tersebut, Guru Itqon, cucu dari KH Anang Sya’rani Arif  juga membacakan riwayat singkat (manaqib) sang kakek semasa hidup.

“Al-Muhaddist semasa hidup beliau sangat pengasih dan sangat tegas kepada anak-anaknya, terutama dalam syariat Islam,” ujar Guru Itqon.

Saat manaqib dibacakan, para jamaah haul yang berhadir terlihat sangat hikmat sambil menundukan kepala mereka, bahkan ada yang meneteskan air mata.

Di acara haul itu juga pihak panitia menyediakan jamuan untuk para jama’ah,  seperti beras sebanyak 200 blek, daging sapi sebanyak 1.200 kilogram.

“Kita menyiapkan beras sebanyak 200 blek, daging sapi sebanyak 1.200 kilogram. Untuk biayanya kita ada yang dari sumbangan warga dan beberapa darmawan lainnya,” ujar tukang masak, Jamaludin.(sai)

  • Bagikan