Tak Berkategori  

Dampak Musim Kemarau Dirasakan Pengguna Air Bersih dari PDAM

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Beberapa hari lalu masyarakat mengeluhkan air bersih dari PDAM yang sering mati. Tak ayal warga pun kebingungan untuk keperluan mencuci dan kebutuhan rumah tangga yang berhubungan dengan air bersih.

Hal tersebut dikarenakan penurunan level di Sungai Tabuk atau surutnya air baku di musim kemarau ini, sehingga membuat masuknya air ke pengolahan tersendat, yang membuat distribusi air bersih ke warga terganggu, seperti yang PDAM Intan Banjar konfirmasikan kepada koranbanjar.net, Selasa (14/08) lalu.

Dan benar saja, warga Landasan Ulin pun sempat mengeluh karena air PDAM mereka beberapa waktu lalu tidak mengalir dimulai sedari pagi hingga petang.

Seperti yang diungkapkan oleh Sri Rahayu, warga yang bertempat tinggal di Jalan Kasturi 1 Gang II, Landasan Ulin.

“Iya betul mas, sejak Sabtu (18/09) pagi mati (airnya) sampai sore, kadang sampai malam, jam 3 subuh nyala sebentar itu pun airnya kecil, padahal paginya (sudah) mati lagi,” keluhnya.

“Kita kan jadi repot, mau nyuci butuh banyak air, kalau masak air atau sayur masih bisa saya ambil dari air galon,” imbuhnya.

Warga lain pun mengungkapkan hal yang serupa, seperti yang dikatakan oleh Eni.

“Beberapa hari lalu mas, 2 hari pas Sabtu sama Minggu mati airnya, mau mandi, cuci baju, cuci piring repot, mana saya ga ada penampungan air, terpaksa minta ke tetangga yang pakai sumur,” ungkapnya.

“2 hari mati airnya, entah ada perbaikan atau apa, saya kurang tahu juga. Semoga air mati seperti sekarang ini jangan sering lah, kasihan kami mau apa-apa susah jadinya” tutupnya.(ren/ana)