Baznas

COVID-19 Merebak di Florida, Petugas Ambulan Kewalahan Tanggapi Panggilan Darurat

  • Bagikan
Para petugas gawat darurat Hillsborough County membawa seorang pasien ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit di Tampa, Florida, di tengah lonjakan kasus COVID-19, 3 Agustus 2021. (Foto: Octavio Jones/Reuters)
Para petugas gawat darurat Hillsborough County membawa seorang pasien ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit di Tampa, Florida, di tengah lonjakan kasus COVID-19, 3 Agustus 2021. (Foto: Octavio Jones/Reuters)

Kasus COVID-19 betul-betul merebak di Florida. Jumlah pasien di sejumlah rumah sakit di Florida melebihi kapasitas dan layanan ambulans beserta pemadam kebakaran kewalahan menanggapi panggilan darurat.

KORANBANJAR.NET – Pejabat Pinellas Country, Barry Burton, mengatakan di St. Petersburg, pasien harus menunggu di dalam ambulans hingga satu jam sebelum rumah sakit dapat menerima pasien. Biasanya proses tersebut hanya memembutuhkan waktu 15 menit.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), Selasa (10/8), melaporkan jumlah kasus harian di Florida sudah melampaui rata-rata 20 ribu infeksi per hari.

BACA:  Zuriat Habib Basirih Wakili Pemuka Agama Vaksinasi di Gereja Khatolik  

Jumlah pasien yang dirawat inap di rumah sakit bertambah lebih dari 1.100 pasien pada Selasa (10/8). Dengan demikian, jumlah rawat inap pasien COVID-19 mencapai 14.787 pasien, menurut Departemen Layanan Kesehatan AS. Lebih dari 47 persen tempat tidur ICU sudah dipergunakan bagi sedikitnya 3.000 pasien virus corona. Angka itu tiga kali lipat dalam tiga minggu terakhir.

Selama pandemi, ICU belum pernah menyaksikan persentase pasien COVID sedemikian tingginya seperti dua hari terakhir ini.

BACA:  Gawat! Kewalahan Layani Pasien COVID, Nakes RSD Wisma Atlet Satu Persatu Tumbang

Menurut Asosiasi Rumah Sakit Florida, hampir 70 persen rumah sakit di Florida mengantisipasi kekurangan staf dalam tujuh hari mendatang.

Pejabat Florida menyatakan, kenaikan jumlah infeksi COVID-19 itu kebanyakan disebabkan oleh varian Delta dan mendera warga yang belum divaksinasi.(voa)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *