Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Cek Beberapa Fitur di Aplikasi WhatsApp Ini, Bisa Deteksi Hoaks

  • Bagikan
Ilustrasi aplikasi WhatsApp dalam ponsel pintar [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi WhatsApp dalam ponsel pintar [Shutterstock]

Sejumlah fitur di aplikasi pesan instan WhatsApp bisa guna menyaring informasi sekaligus mendeteksi hoaks, sebelum menyebarkannya pada orang lain.

Koranbanjar.net – “Kami sebagai platform digital ada tanggung jawab juga sebagai pemangku kepentingan. Kami tidak hanya berikan platform, tapi, juga cara belajar lebih lanjut tentang platform yang sudah kami sediakan,” kata Manajer Kebijakan Publik WhatsApp untuk Indonesia, Esther Samboh, saat konferensi pers bertajuk JaWAra Internet Sehat: Gerakan Anak Muda E-Indonesia Melawan Misinformasi dengan Cara Beragam, Selasa (5/10/2021).

Platform pesan instan seringkali dikritik karena menjadi salah satu alat menyebarkan berita bohong. Pesan instan juga lebih pribadi dibandingkan media sosial sehingga penyebaran hoaks menjadi sulit terdeteksi.

Pesan yang beredar di aplikasi terlindungi enkripsi end-to-end sehingga hanya pengirim dan penerima pesan yang bisa melihat pesan tersebut.

Kini, WhatsApp memiliki fitur melaporkan atau report, pengguna bisa memanfaatkan fitur ini guna melaporkan akun yang sering menyebarkan hoaks ke WhatsApp.

Platform milik Facebook tersebut bisa menindak akun yang dimaksud jika sering dilaporkan pengguna lain.

Fitur pesan yang diteruskan atau forward, juga bisa menjadi alarm bagi pengguna sebelum menyebarkan atau mengikuti anjuran yang ada di konten tersebut.

Pesan yang diteruskan merupakan penanda jika pesan tersebut ditulis oleh orang lain, bukan oleh si pengirim pesan sendiri. Ketika pesan itu sudah berkali-kali diteruskan, WhatsApp akan memberi label forwarded many times.

Pengguna perlu waspada jika mendapatkan pesan dengan label seperti ini, karena bisa saja informasi di dalamnya tidak akurat.

WhatsApp juga bekerja sama dengan sejumlah pengecek fakta di Indonesia, salah satunya Mafindo, guna mengembangkan chatbot di akun WhatsApp untuk membantu pengguna mengetahui  hoaks.

Selain fitur-fitur di dalam aplikasi, WhatsApp berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta ICT Watch untuk gerakan JaWAra Internet Sehat, yang diisi oleh 60 aktivis literasi digital terpilih dari 26 provinsi.

Aktivis akan memberikan pelatihan seputar literasi digital dengan tema dan cara yang disesuaikan dengan bahasa dan kebiasaan masing-masing daerah. Sejak berlangsung pertengahan Agustus lalu, program ini sudah menjangkau 17.300 orang, melebihi target 15.000 orang. (suara/antara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *