Baznas

Cegah Kerusakan dan Mati, Pepohonan di Tahura akan Dibungkus dengan Kawat

- Tak Berkategori
  • Bagikan

KARANG INTAN – Terkait dengan matinya puluhan pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, akibat ditanduk satwa hewan rusa, ternyata memang sudah mendapat perhatian dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Persoalan tersebut memang sangat dilema bagi Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Di satu sisi, rusa yang terdapat di kawasan itu memang hewan yang harus dilindungi. Sebaliknya, pohon-pohon yang berada di kawasan tersebut juga sangat perlu untuk dilestarikan. Namun demikian, penempatan hewan rusa di kawasan itu memang sudah dipertimbangan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pohon-pohon yang terdapat di kawasan Tahura Sultan Adam tersebut memang harus dilestarikan. Ada dua kemungkinan yang akan kami lakukan, pertama pohon-pohon itu dapat kita bungkus dengan kawat, supaya tidak mengalami kerusakan saat ditanduk oleh hewan rusa,” ungkap Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmaddin kepada koranbanjar.net, belum lama tadi.

Kedua, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan pula, bahwa pohon-pohon yang terdapat di kawasan itu memang dihibahkan untuk hewan rusa. “Hewan-hewan rusa di sana itu ‘kan memang satwa yang dilindungi. Ketika mengalami birahi, hewan rusa memang menandukan tanduknya ke pohon. Dulu jumlah hewan rusa di sana tidak sebanyak sekarang, kalau sekarang sudah berjumlah dua puluh empat ekor. Itu artinya, hewan rusa di sana terus berkembang biak,” ungkapnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, puluhan pohon yang terdapat di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam telah banyak yang mati akibat ulah hewan rusa di sana yang sering menyerudukkan tanduknya pada pohon manakala sedang birahi.

Warga setempat, Junai kepada wartawan koranbanjar.net mengungkapkan, setelah ditempatkan penangkaran rusa di Tahura Sultan Adam, puluhan pohon mati akibat ditanduk rusa, hal itu sudah berlangsung lama.

Adapun jenis-jenis pohon yang mati akibat penangkaran, antara lain keruing, akasia dan garu.

“Yang jadi permasalahan itu pohon yang rusak itu adalah pohon yang lama baru bisa tumbuh besar, mungkin nanti yang tersisa hanya pohon pinus saja di sini, pasalnya untuk pohon pinus, rusa tidak berani menanduk karena kulit pohonnya yang sangat keras,” tutur Junai.

Sementara itu, Kepala Tahura Sultan Adam, Sri Mulyati saat dikonfrimasi mengatakan, terkait dengan pohon-pohon yang masih tersisa, Dinas Kehutanan akan melakukan pembungkusan pada batang pohon yang masih hidup agar tidak mengalami kerusakan akibat ditanduk rusa.(sir)

  • Bagikan