Baznas

Cegah Kerumunan, Wisata Siring Menara Pandang Banjarmasin Ditutup!

  • Bagikan
Objek Wisata Siring Menara Pandang sementara ini ditutup, untuk mencegah terjadinya kerumunan. (foto: yanda)
Objek Wisata Siring Menara Pandang sementara ini ditutup, untuk mencegah terjadinya kerumunan. (foto: yanda)

Masih merebaknya pandemi COVID-19 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membuat Pemko Banjarmasin harus mengambil kebijakan menutup Taman Siring Menara Pandang yang berlokasi di kawasan Jl Kapten Piere Tendean, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Meski pandemi COVID-19, masyarakat Kota Banjarmasin masih sering berkunjung ke Taman Siring, begitu pula sejumlah pedagang masih menggelar dagangan, sehingga dikhawatirkan terjadinya kerumunan masyarakat.

Biasanya, Taman Siring ini kerap dikunjungi masyarakat setiap Sabtu malam atau Minggu pagi. Oleh sebab itu, Pemko Banjarmasin melalui dinas terkait telah memajang spanduk pemberitahuan menutup Taman Siring. Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memungkinkan terjadinya kerumunan.

BACA:  PKK Kota Banjarbaru Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Banjarmasin, Ikhsan Al Haq ketika dikonfirmasi koranbanjar.net, Kamis (17/6/2021) menjelaskan, beberapa minggu sebelumnya kawasan siring tersebut ramai dikunjungi masyarakat.

“Beberapa minggu sebelumnya kawasan siring dipadati warga yang berjalan-jalan, bahkan duduk di sana, ditambah lagi mulainya beberapa pedagang yang berjualan di kawasan itu”, imbuhnya.

Dikhawatirkan, lanjutnya, dengan banyaknya pengunjung di kawasan tersebut sangat memungkinkan sekali adanya kerumunan warga, padahal saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

BACA:  Dampak PPKM, Pedagang Kelepon Martapura Sampai Jual Rp2.000 per Kotak

“Kalau cuma berolahraga dan hanya sekadar lewat saja tidak apa apa, tapi juga harus tetap menggunakan masker, dan jangan menetap di kawasan itu”, imbuhnya.

Diakuinya, banyak masyarakat yang berkunjung di kawasan tersebut karena ingin berlibur. “Untuk saat ini kita juga harus memperhatikan imbauan pemerintah Kota Banjarmasin dengan penerapan protokol kesehatan”, ungkapnya.

Sementara itu, untuk transportasi air seperti pengemudi klotok tetap diizinkan beroperasi, namun tetap mengikuti protokol kesehatan. “Yang tidak diizinkan adalah pedagang-pedagang binaan dari Dinas Pariwisata Kebudayaan. Untuk pedagang liar akan dikoordinasikan terlebih dulu dengan Satpol PP Kota Banjarmasin,” pungkasnya.(myr/sir)

BACA:  Kecewa Nggak Bisa Nobar, ‘Monster’ Protes Q-Mall Begini

 

(Visited 18 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *