oleh

Calon TKI Harus Diedukasi Sebelum Terbang ke Luar Negeri

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nur Gita Tyas mengungkapkan, banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri secara ilegal. Ia mengungkapkan lebih dari 50 persen TKI adalah dari kaum hawa, dan ia tidak menampik banyak juga dari warga Kabupaten Banjar.

Untuk itu, Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Cabang Banjarbaru bekerjasama dengan PKK Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Hukum bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), di lantai I Mahligai Sultan Adam, Martapura, Rabu (12/6/2019).

“PKK sebagai mitra pemerintahan mendukung percepatan keberhasilan pembangunan, harapannya kader-kader PKK memberikan edukasi dan dan informasinya kepada calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri usai sosialisasi ini,” tutur Istri Wakil Bupati Banjar itu.

Melalui sosialisasi ini, ia ingin dapat mencegah CPMI di Kabupaten Banjar untuk tidak berangkat ke luar negeri secara ilegal atau non prosuderal.

Calon pekerja, lanjutnya, yang berangkat tidak sesuai prosuderal akan merugikan, tidak hanya negara, juga mereka sendiri. “Sebab TKI tidak akan memiliki perlindungan hukum di sana,” jelasnya.

Gita Tyas menginginkan, sosialisasi ini lakukan secara berkala. “Dan kedepan warga di 20 kecamatan Kabupaten Banjar bisa mengupgrade wawasannya tentang pentingnya prosuderal hukum sebelum memilih berangkat bekerja ke luar negeri,” harapnya.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Cabang Banjarbaru Isti Iriani menyampaikan, dengan sosialisasi yang diadakan bisa mengurangi keberangkatan non-prosuderal pekerja yang ingin bekerja keluar negeri.

“Di sini kita menyampaikan sosialisasi tata cara, prosuderal hukum yang benar langsung kepada calon pekerja migran Kabupaten Banjar dan juga kader PKK Kabupaten Banjar, karena kebanyakan yang berangkat wanita, yaitu sebagai pengasuh anak atau pembantu rumah tangga, dengan demikian kita bersama kader PKK Kecamatan yang mereka langsung dengan warganya, untuk memberikan informasi yang kita sampaikan disosialisasi ini,” paparnya.

Selain pengasuh anak dan pembantu rumah tangga, pihaknya juga memberangkatkan tenaga medis perawat, cleaning service sebagai pekerja di luar negeri, dengan harapan sosialisai ini memberikan pemahaman kepada TKI agar tidak berangkat secara ilegal melalui pendekatan perempuan. (dra)

Komentar

Berita Terkini