Baznas

BPBD Tabalong Antisipasi Penanggulangan Bencana

  • Bagikan
Kepala Pelaksana BPBD Tabalong Zainuuddin. (Foto: metro7)

Menjelang akhir tahun 2021, intensitas curah hujan semakin meningkat. Menyikapi hal itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong antisipasi penanggulangan bencana dengan menginstruksikan kepada pihak yang menangani bencana untuk bersiaga jika terjadi kenaikan debit air.

TABALONG,koranbanjar.net – “Kita menginstruksikan kepada rekan-rekan UPBS juga di daerah yang rawan banjir agar bersiap-siap kalau ada kenaikan debit air di sungai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Zainuddin, Rabu (15/9/2021) di Kantor BPBD Tabalong, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Menurutnya, dari informasi BMKG, wilayah Kalimantan Selatan sudah mulai memasuki musim penghujan, dan di Kalimantan Selatan ada 4 wilayah prakiraan cuaca.

BACA:  Peringatan Puncak Harjad Ke 58 Kabupaten Batola

Pertama Kalsel di bagian utara, Tabalong, Balangan, dan HSU. Kedua, Kalsel bagian timur, Kotabaru dan Tanah Bumbu. Ketiga, Kalsel bagian selatan, hanya satu yaitu Tanah Laut.

“Kemudian terakhir, Kalsel bagian barat, HST, HSS, Kaltim, Batola, Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru,” jelas Zainuddin.

Lanjutnya, dengan adanya prakiraan cuaca ini, ia menyatakan bahwa intensitas hujan di Kabupaten Tabalong masih level sedang sampai rendah.

Namun, jika intensitas hujan ini memakan waktu yang lama, tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi.

BACA:  Belum Menerima Penuh Pajak Bagi Hasil, Legislatif Tabalong Konsultasi ke Provinsi

“Walau pun intensitas hujan ini sedang atau rendah BPBD Tabalong akan tetap bersiaga di prakiraan cuaca ini,” tuturnya.

Zainuddin juga turut menghimbau kepada para warga masyarakat untuk tetap bersiaga terhadap kemungkinan adanya banjir ini, terutama warga yang tinggal di permukiman rawan banjir.

“Juga tetap berhati-hati dalam beraktivitas, kalau-kalau debit air melonjak dengan cepat. Dan juga, kepada para orang tua atau pun yang lain untuk menegur kepada anak-anak untuk tidak bermain di sungai kalau-kalau debit air mendadak meningkat,” himbaunya.(metro7/dya)

(Visited 19 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *