oleh

BNPT: ASN Dan RS Harus Ikut Mencegah Terorisme

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Kasubdit Pelatihan Direktorat Pembinaan Kemampuan Pelatihan Kedeputian Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Kombes Pol Suprianto, mengatakan pencegahan aksi terorisme bukannya hanya urusan Polri dan TNI, namun juga harus melibatkan aparatur sipil negara (ASN) serta pihak rumah sakit.

“BNPT tidak dapat sendirian, mesti dibantu dengan yang lain,” katanya kepada wartawan di Pelatihan Penanggulangan  Teroris Akibat Serangan Kimia Biologi Radioaktif dan Nuklir (KBRN), Selasa (20/8/2019), di Novotel Banjarmasin.

Terkait penggunaan bom dengan KBRN, Suprianto membeberkan, secara faktual sudah dilakukan sejak perang kedua. “Di bom Bali ada unsur kimia, di (bom) Depok juga ada klorin,” bebernya.

Disinggung mengenai pencegahan aksi terorisme di Kalsel, Suprianto menjawab semua wilayah di seluruh Indonesia sudah diantisipasi.

Baca Jgua: BNPT Ingatkan Waspada Aksi Terorisme Di Kalsel

“Kita tidak boleh understimit (meremehkan), bila ada ancaman teroris kita sudah punya langkah antisipasi dengan berpedoman pada SOP adminitrasi pemerintah yang telah dibuat tahun 2013,” ucapnya.

Antisipsi yang dilakukan, ditambkannya, di antaranya dengan sosialisi, sehingga jika ada kasus KBRN tidak tumpang tindih. (ykw/dny)

Komentar

Berita Terkini