“Blended Learning” solusi Pelatihan Pertanian di Masa Pandemi Covid -19

oleh -128 views

Petani dan Penyuluh Pertanian di wilayah kerja Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Sambung Makmur Kabupaten Banjar mendapat perhatihan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Kendati masa pandemi covid-19, “Blended Learning” menjadi solusi dengan dilakukannya pelatihan.

TAPIN,koranbanjar.net – Perhatian dari BBPP Binuang melalui fasilitas Informasi Teknologi, berupa pelatihan Daring (Dalam Jaringan).

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Atau melalui WA group bernama “Tanaman Pangan Sub Optimal” dan VCall langsung dengan fasilitator Widyaiswara BBPP Binuang.

Budiono, Widyaiswara Ahli Madya spesialisasi Budidaya Pertanian terus melakukan bimbingan lanjutan pada peserta pelatihan teknis budidaya tanaman pangan pada Lahan Sub-Optimal atau Lahan Kering di BPP Sambung Makmur dan Desa Penyiur BPP Pengaron Kabupaten Banjar.

“Bimbingan terus dilakukan dengan pola blended learning, yaitu pola pelatihan yang dilaksanakan baik melalui online dan off line, dimasa pandemi covid-19,” tutur Budiono, Selasa (1/12/2020).

Pola pembelajaran ini dilakukan mengingat pandemi Covid-19 yang masih menjadi siluman pembunuh, sehingga untuk meminimalisir terjadinya kerumunan masa, keterbatasan anggaran pelatihan dengan makin terbatasnya anggaran negara yang masih fokus untuk penanganan Covid-19.

Tuntutan era milenial (4.0), pola pembelajaran (teori) dapat dilakukan dengan fasilitas IT.

Namun, sisi lain harapan usaha usaha untuk percepatan pemulihan perekonomian.

“Pelatihan ini telah berjalan sejak 22 sampai November 2020. Pelatihan dilakukan secara online dengan fasilitas Zoom, WA group, dan VCall bagi penyuluh dan petani,” imbuh Budiono.

Kegiatan online yang disampaikan Widyaiswara berupa evaluasi pelaksanaan, materi, konsultasi, diskusi, dan tanggapan peserta.

Materi Pembelajaran yang disampaikan sebanyak 12 JP, yaitu materi Budidaya Pisang (6 JP); Budidaya Padi dan Palawija ( 3 JP).

Budidaya Secara polikultur (3JP) dan 20 JP merupakan kegiatan praktik di lapangan dan pengantar pemantapan pemahaman teori. (Budiono/bbppbinuang/dya)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *