oleh

Bertambah Lagi Bangunan Bekas Sekolah Tak Terawat Di Tabalong

KELUA, koranbanjar.net – Kalau sebelumnya terdapat bangunan bekas sekolah tak terawat di Desa Pampanan, kali ini ditemukan kasus yang tak jauh berbeda, dua bangunan sekolah di Desa Ampukung, Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong belum difungsikan, meski pun sudah bertahun-tahun terbengkalai bahkan sekolah tua ini mengalami kerusakan karena tidak pernah dirawat dengan baik.

Dulu sebelum jadi Desa Ampukung, Bangunan sekolah ini dinamakan Telaga Bulat. Karena berada di kawasan desa tersebut, akhirnya diganti menjadi SD Negeri Ampukung Hilir.

Sekolah terbengkalai ini sudah tidak terpakai sekitar kurang lebih 3 tahun lalu, disebabkan setiap tahun jumlah muridnya semakin sedikit.

Istilahnya dikalahkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), murid semakin berkurang hingga tidak ada tersisa lagi.

Sekretaris Desa Ampukung, Sahibul Fadillah mengatakan, dikarenakan program sekolah MIN lebih bagus dan lebih banyak agamanya terlebih lagi Desa Ampukung termasuk desa yang agamis.

Dulu, saat rapat koordinasi mengenai sekolah tidak terpakai itu memang merencanakan akan dikosongkan bangunannya atau dibubarkan.

“Karena waktu mau pembubaran itu dari kelas 1 sampai kelas 6, muridnya hanya 5 orang. Kalau dari awal pembukaannya ada banyak tapi tidak sebanyak di MIN itu,” ujarnya.

 

Bertambah Lagi Bangunan Bekas Sekolah Tak Terawat Di Tabalong
Bekas bangunan MTsN Ampukung Kecamatan Kelua. (Foto: Maulida/koranbanjar.net)

 

Di satu desa yang sama, ada satu lagi bangunan sekolah yang awalnya MtsN Ampukung, yang sebagian tidak terpakai dikarenakan dulu pernah terjadi longsor di tepi sungai sekitar tahun 2000 dan akhirnya sekolah MtsN Ampukung pindah ke RT 4.

Bangunan yang bersebelahan itu, sebagiannya digunakan sebagai TK Al-Quran karena masih bagus ruangannya namun di sebelahnya lagi tidak terpakai karena mengalami kerusakan. Namun terkadang ruangan tersebut digunakan sebagai tempat kegiatan pemilu dan lapangannya sering dimanfaatkan sebagai lapangan futsal.

Untuk sementara ini Kepala Desa tidak bisa mengelola sekolah-sekolah terbengkalai tersebut, akibat kurang jelasnya kepemilikan tanah bangunan itu.

“Kalaunya dari Dinas menghibahkan kepada desa, baru bisa kita merencanakan bangunan tersebut untuk kebutuhan apa dan akan dikelola misalnya, tapi kalau belum ada kita tidak berani,” sambungnya lagi. (mj-26/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: