oleh

Berbagai Balai Adat Di Meratus Mulai Laksanakan Aruh ‘Basambu’

LOKSADO, koranbanjar.net – Padi mulai tumbuh, masyarakat adat Dayak Meratus mulai melaksanakan ritual aruh adat ‘basambu’ pada tiap balai adat.

Sabtu (15/2/2020) malam, masyarakat Balai Adat Malaris di Desa Loklahung Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sudah melaksanakannya.

Acara dimulai dengan jamuan, berbincang dengan tamu, kerabat dari berbagai daerah.

Disajikan minuman, makanan ringan dan rokok.

Sekitar pukul 19.30 Wita dilakukan acara makan bersama, dengan seluruh masyarakat yang hadir di balai adat.

Setelah itu, barulah dilaksanakan ritual aruh, salah satunya ritual ‘bamamang’ oleh para ‘balian’ atau tokoh adat.

Selain Balai Adat Malaris, malam itu juga dilaksanakan aruh di Balai Uling-uling, Desa Tumingki.

Serta Balai Adat Jualai, di Desa Ulang.

Lalu, Balai Adat Papagaran dan Balai Adat Buntu, yang berada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Aruh basambu dilaksanakan, dalam rangka berdoa kepada sang pencipta alam, saat padi mulai tumbuh.

“Dengan harapan bisa menghasilkan panen lebih baik,” ucap Jasman, salah seorang warga adat Malaris.

Dijelaskannya, aruh adat basambu dilaksanakan satu malam penuh.

Namun lanjutnya, pada aruh itu tidak dilaksanakan tarian ‘bakanjar’.

Saat ini, masih banyak warga balai adat di Pegunungan Meratus, yang belum melaksanakan aruh basambu.

Setelah panen nanti, akan dilakukan lagi aruh ganal atau aruh bawanang.

Yakni, syukuran atas keberhasilan bercocok tanam, bagi masyarakat di Meratus. (yat/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: