Baznas

Bentuk Perhatian Pemko untuk Penyandang Disabilitas, Selain Rumah juga Disediakan Al-Quran Braille

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru dalam upaya pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas tunanetra sepertinya akan terus ditingkatkan. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Hidayaturahman saat melakukan sambutan dalam acara pelantikan kepengurusan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Sabtu (17/03), di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Hidayaturahman menyebutkan, pemerintah saat ini sedang melakukan beberapa upaya dalam hal pemberdayaan penyandang tunanetra baik dari sudut pandang ekonomi maupun dalam bidang keagamaan.

Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa selama ini pemerintah kota Banjarbaru tidak lepas tangan terhadap keberadaan para penyandang disabilitas. Pemerintah terus berupaya dengan harapan para penyandang disabilitas di daerah Banjarbaru memiliki keterampilan dan memiliki daya guna sehingga dengan keterampilan yang mereka miliki, mereka mendapat tempat yang sama ditengah-tengah masyarakat.

Pengurus IMM yang memiliki program kerja serupa dengan Pemerintah Kota sangat diapresiasi oleh beliau, hal ini menjadikan jembatan bagi kedua belah pihak baik IMM maupun pemerintah untuk bersama-sama bersinergi dalam rangka pembinaan penyandang disabilitas di Banjarbaru.

“Saat ini pemerintah kota sudah menyediakan rumah hunian secara gratis untuk penyandang disabilitas, niat baik pengurus IMM untuk membantu penyandang disabilitas di Banjarbaru merupakan langkah yang diapresiasi pemerintah kota, karena ikut membantu program kerja dalam rangka pembinaan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Beliau menyebutkan selain menyediakan rumah, Pemerintah Kota juga melakukan pembinaan dengan pelatihan keterampilan yaitu belajar maulid habsy.

“Kita sediakan peralatannya, kita belikan seragamnya, sehingga saat ada acara yang dilaksanakan Pemerintah Kota, mereka bisa diundang dan mendapat kompensasi dari situ,” tambahnya.

Diakhir sambutannya, beliau mengatakan bahwa pembinaan disabilitas ini tidak hanya dalam bidang ekonomi untuk kesejahteraan, namun yang tidak kalah penting adalah pembinaan terhadap rohani para penyandang disabilitas.

Dalam hal ini, langkah yang diambil pemerintah adalah memfasilitasi para penyandang disabilitas untuk membaca Al-Quran. Bukan Al-quran biasa melainkan Al-Quran Braille yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas tunanetra.

“Selain itu pemerintah kota juga menyediakan Al-Quran Braille, kalau hanya bidang ekonomi yang kami bantu tapi dari segi keagamaan tidak kita bina maka akan berat sebelah. Jadi, kami akan sediakan Al-Quran tersebut dengan harapan para penyandang tuna netra bisa membaca atau menghafal Al-Quran,” tutupnya.(mj-01/ana/kie)

  • Bagikan