Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Benarkah Akan Kena Sial? 3 Doa Ketika Kejatuhan Cicak

  • Bagikan
Ilustrasi cicak. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi cicak. (Sumber: Shutterstock)

Doa kejatuhan cicak atau doa ketika kejatuhan cicak salah satu amalan yang perlu dijalankan umat muslim. Kejatuhan cicak sering dikaitkan dengan kejadian buruk atau sial yang akan segera menghampiri.

Koranbanjar.net – Kejatuhan cicak berarti sial ini sebenarnya hanya mitos. Mitos itu datang dari konsep budaya Jahiliyah.

Mereka yang mempercayai mitos disebut sebagai Thiyaroh. Bagi seorang muslim, alangkah baiknya jika kita tidak mempercayai hal-hal seperti ini.

Alih-alih merasa khawatir akan kesialan yang akan datang saat kejatuhan cicak. Sebagai seorang muslim, berikut tiga cara untuk membuang sial karena cicak sesuai ajaran Islam.

Berikut doa kejatuhan cicak:

1. Bertawakal pada Allah SWT

Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal ‘alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja’alallahu likulli syai`ing qadra.

Artinya:

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

2. Berdoa untuk kebaikan

Rasulullah SAW mencontohkan sebuah doa agar terhindar dari kesialan, sebagai berikut:

Allahumma la ya’ti bil hasanati illa anta, wa la yazhabu bis sayyi-ati illa anta, wa la haula wa la quwwata illa billah.

Artinya:

“Ya Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, tidak ada yang menghilangkan kejahatan kecuali Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah”. (H.R. Ibnu Sunni)

Kejatuhan cicak tidak selalu identik dengan kesialan karena banyak sekali faktor lain yang bisa menjadi penyebab dan secara kebetulan bersamaan dengan dijatuhi cicak. Demikian penjelasan doa saat kejatuhan cicak menurut Islam.

3. Husnuzon pada Allah SWT

Sebagaimana yang tertulis pada QS Ar-Ra’d ayat 11 yang berbunyi:

Lahu mu’aqqibatum mim baini yadaihi wa min khalfihi yahfazunahu min amrillah, innallaha la yugayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bi`anfusihim, wa iza aradallahu biqaumin su`an fa la maradda lah, wa ma lahum min dunihi miw wal

Artinya:

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Setiap tertimpa sesuatu, sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita selalu senantiasa berhusnuzon kepada Allah SWT dengan segala rencana terbaik-Nya. (suara/Cahya Hanifah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *