oleh

Begini, Kisah Dua Warga Banjarbaru Berjuang Lewati Covid-19

Menjelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1441 H, kabar gembira dua warga Banjarbaru dinyatakan sembuh dari Virus Corona Covid-19). Meski awalnya sempat merasa takut sebelum masuk karantina, tapi saat dijalani ternyata malah menjadi menyenangkan.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Suasana di karantina, tak seperti hal buruk yang dibayangkan. Sebab, petugas rajin memberi vitamin. Sedangkan aktivitas lainnya seperti disuruh berjemur, makan banyak, olahraga, dan pembinaan motivasi agar tidak merasa stres.

Karantina yang dimaksud Rosi dan Hairun Sidik itu, berada di Balai Diklat BPSDM Kampus II, Jalan Ambulung Guntung Manggis, Banjarbaru.

“Semua berawal dari adanya atasan saya yang positif, tapi saat itu menurut saya tidak ada gejala mencolok hanya batuk dan demam. Kemudian, ketika ditracking dan rapid test hasilnya reaktif. Alhasil, saya isolasi mandiri di rumah,” ujar Rosi, Jumat (22/5/2020).

Beberapa hari selanjutnya, sambungnya ia melakukan tes swab dan dinyatakan positif. Lalu, dirinya langsung karantina khusus di Ambulung.

“Sekitar 19 hari, dan dua kali tes swab akhirnya saya dinyatakan negatif dan sehat hingga diperbolehkan pulang. Intinya, senang. Aktivitas di sini tidak membosankan,” kata dia.

Sementara itu, Hairun Sidik menjelaskan, dirinya tak mengalami gejala apapun. Bermula, saat ia mengikuti rombongan Gowa tak lama usai pulang ia mesti menjalani rapid test dan akhirnya hasil menyatakan reaktif.

Total hampir satu bulan, Hairun Sidik berada di karantina Ambulung Banjarbaru. Sebab, ketika dirinya dinyatakan reaktif langsung karantina di sana hingga tes swab dinyatakan positif.

“Saat itu, saya kira hanya lelah. Pokoknya, di sini (Ambulung) menyenangkan apalagi petugasnya ramah. Walaupun, sebelumnya saya merasa takut juga karena virus ini belum ada obatnya,” papar dia.

Sekretaris Dinkes Kalsel Sukamto menerangkan, tamu Ambulung sembuh ada sebanyak 14 tamu dari total 88 tamu yang sempat ditampung dari awal masuk.

“Kita sarankan, orang tanpa gejala atau OTG jangan diam di rumah tapi masuk saja ke karantina provinsi. Sebab, tidak dikekang serta disediakan pengobatan, layanan dokter spesialis paru, dan diperiksa,” ungkap Sukamto selaku koordinator karantina di Ambulung itu.

Angka kesembuhan di provinsi Kalsel, berdasarkan data hingga tanggal 21 Mei 2020 yaitu kasus konfirmasi sebanyak 557 orang, sembuh 77 orang, maka kesembuhannya 14 persen. Sedangkan, di karantina Ambulung jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang ada sebanyak 68 orang, sembuh 14 orang. Kesembuhan sebesar 16,1 persen, dengam rata-rata tinggal 28 hari.

“Mereka berdua, warga Banjarbaru alumni Ambulung yang sudah beberapa kali menjalani tes swab dan akhirnya dinyatakan negatif serta bisa dipulangkan. Dari periode pertama dan periode kedua kesembuhan. Kini, keduanya mempunyai surat keterangan sehat,” ucap Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin.

Ia menuturkan, di Ambulung total 80 kamar di mana masing-masing kamar memiliki dua tempat tidur. Hingga kini, sudah terisi 80 persen. Sebab, masih dioptimalkan satu kamar satu orang.

Seperti diketahui, rasio tamu dengan tempat tidur karantina di Ambulung mempunyai 2 gedung, masing-masing 40 kamar dan masing-masing kamar untuk 2 orang. Kamar yang digunakan untuk tamu karantina sebanyak 65 kamar, dan 15 kamar digunakan untuk petugas, logistik dan farmasi, pelayanan dan detoxifikasi. Rata-rata penggunaan tempat tidur adalah 68 persen.

Adapun, tempat karantina lainnya yakni di Bapelkes sudah terisi 70 orang dari kapasitas 160 kamar. (ykw/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: