oleh

BBPJN Tangani Darurat Jembatan Barito

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Kalimantan Selatan saat ini telah melakukan penanganan darurat terkait kondisi Jembatan Barito Pulau Bakut yang mengalami beberapa kerusakan.

Kerusakan yang dialami pada Jembatan terpanjang di Indonesia tersebut adalah pada Exapansion Joint, beberapa aspal yang terkoyak,dan pada pagar pembatas.

Pernyataan ini telah disampaikan Kepala BBPJN XI Kalsel yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Ir Muta’al Badrun dalam wawancaranya kepada wartawan media di kantor BBPJN XI Kalsel, Jalan Brig Jend. Hasan Basri No.47, 02, Pangeran, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin(03/09/2018).

Pernyataan ini Ia keluarkan dalam hal menyikapi berbagai laporan dan keluhan warga mengenai kondisi dan keadaan Jembatan Penghubung antar Provinsi itu.

Menurut keterangan Badrun ada beberapa laporan warga pengguna jalan dan masyarakat sekitar  mengenai kondisi Jembatan Barito yang cukup memprihatinkan itu.

“Kerusakan yang cukup parah itu di bagian aspal yang terkoyak dari arah Banjarmasin dan ini sangat menganggu bagi pengguna jalan khususnya yang ingin ke Anjir atau Kapuas,” ujarnya.

Menyinggung mengenai anggaran perawatan dalam setiap tahunnya, Badrun hanya mengatakan sangat kecil dan itu hanya perawatan kebersihan jembatan. Ia mengatakan akan sesegera melakukan lelang dini agar pada tahun 2019 sudah bisa dianggarkan mengenai perawatan dan pemeliharaan Jembatan Barito secara berkala.

Sebelumnya di hari yang sama, Senin pagi ( 03/09/2018), Ombudsman RI Kalimantan Selatan telah menerima laporan dari Organisasi Masyarakat Sungai Barito yang bernama Laskar Putra Sungai Barito (LPSB) tentang keadaan Jembatan Barito di Pulau Bakut, di Jalan Trans Kalimantan, Marabahan Baru, Anjir Muara, Barito Kuala Kalimantan Selatan .

Dimana menurut keterangan Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Rizky, bahwa pihak pelapor mengungkapkan kondisi jembatan yang sangat rawan dan kerap mengakibatkan kecelakaan.

“Menurut Laskar Putra Sungai Barito,status perawatan Jembatan Barito tidak jelas padahal anggarannya cukup besar” kata Rizky .

Hal tersebut Ia ungkapkan ketika wawancara dengan koranbanjar.net, Senin (03/09/2018) pukul 10.30 wita di kantor Ombudsman Republik Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan, Jalan S.Parman Banjarmasin.

Selain mengenai jalannya yang rusak parah, ormas tersebut juga  melaporkan mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) pada sisi jembatan yang tidak menyala sehingga rawan kecelakaan.

Hingga saat ini Ombudsman masih menunggu pihak pelapor karena ada beberapa data dan persyaratan yang belum dipenuhi oleh LPSB, guna menindaklanjuti ke tahap berikutnya yaitu Ombudsman akan mendatangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Kalsel atau ke pihak PUPR Provinsi.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kelengkapan data dari LPSB dulu,arah laporannya ke BBPJN atau ke PUPR, setelah itu baru kita follow Up ke Dinas yang terkait, yang jelas laporannya sedang diproses namun belum diverifikasi” pungkasnya.(al/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: