oleh

Bantu Ekonomi Keluarga, Disperindag Ajarkan Pelatihan Ini Kepada Ibu Rumah Tangga

MARTAPURA, koranbanjar.net – Untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam membantu ekonomi keluarga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar telah mengelar tiga jenis pelatihan di Aula Disperindag, Senin (8/7) siang. Kegiatan yang diikuti 50 anggota Industri Kecil Menengah (IKM) Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur dan Karang Intan ini langsung dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj Raudhatul Wardiyah.

Adapun tiga jenis pelatihan tersebut meliputi, Bidang Agro Kimia memberikan keterampilan mengolah dan mengembangkan kerupuk dan ikan kering. Kermudian Bidang Industri Logam, Mesin Elektronika dan Aneka (ILMEA) meningkatkan keahlian membuat Kerajinan Manik-Manik. Sedangkan Bidang Pengawasan Perdagangan dan Kemetrologian menggandeng pengusaha kecil mengolah perhiasan casting. Tiga jenis pelatihan itu digelar pada tiga tempat yang berbeda.

Peserta pelatihan berfoto bersama.
Peserta pelatihan berfoto bersama.

“Pelatihan ini merupakan usulan dari masyarakat pelaku IKM makan minuman, industri kerajinan yang telah diakomodir Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Disperindag Banjar,” ujar Hj Raudhatul Wardiyah.

Raudhatul Wardiyah mengimbau kepada para pelaku IKM di Kabupaten Banjar agar mampu bersaing meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan produk yang tentunya sarat inovatif. Industri makan minuman serta industri kerajinan adalah termasuk dalam kategori industri kecil atau home industri. Hal yang perlu menjadi perhatian, imbuhnya, karakteristik pengelolaan usaha masih sederhana, organisasi usaha belum tertata, SDM rendah, kurangnya permodalan, belum memiliki legalitas serta terbatasnya jangkauan pasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjar I Gusti Made Suryawati menambahkan, pelatihan dan pembinaan adalah salah satu elemen penting untuk mengembangkan industri kecil dan menengah. Cara tersebut bertujuan memajukan keterampilan ibu rumah tangga agar lebih kreatif dan berdaya saing. “Contoh sederhana untuk industri kecil menengah belum ditunjang dengan kemasan.
Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini hendaknya tidak terhenti sampai di sini, tetapi harus dikembangkan lagi. Tak kalah penting, pengetahuan harus disertai inovasi,” pungkasnya.(disperindag/sir)

Komentar

Berita Terkini