Banjarmasin Kota Inflasi Nomor 2 Tertinggi di Kalimantan, Ternyata Ini Penyebabnya

oleh -123 views
Banjarmasin Kota Inflasi Nomor 2 Tertinggi di Kalimantan, Ternyata Ini Penyebabnya
Ekspose Kota Inflasi di BPS Provinsi Kalsel (foto:ykw/koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Pada September 2019, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Kota Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,87 pada Agustus 2019 menjadi 138,95 pada September 2019.

Data tersebut berdasarkan data rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel.

“Tingkat inflasi tahun 2019 sebesar 3,26 persen dan laju inflasi tahun ke tahun adalah sebesar 4,29 persen,” ujar Kepala BPS Kalsel Diah Utami kepada awak media saat konferensi pers di Kantor BPS Kalsel, Selasa (1/9/2019) siang.

Ia menjelaskan, kenaikan inflasi tersebut ada beberapa pengaruh. Yaitu, kenaikan harga komoditas nasi dengan lauk, baju muslim, ikan Gabus, emas perhiasan, dan obat dengan resep.

“Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi yaitu angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, ikan layang atau benggol,”tuturnya.

Inflasi di Kota Banjarmasin bulan September 2019, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran.

“Kelompok Sandang sebesar 2,17 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,90 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen,” ucapnya.

Sedangkan, kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,46 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,21 persen.

“Kondisi ini menempatkan Banjarmasin sebagai kota dengan inflasi no 2 tertinggi di regional Kalimantan. Kondisi kota-kota lain yang berada di Pulau Kalimantan di luar Kota Banjarmasin, inflasi terdapat pada kota Pontianak sebesar 0,28 persen dan kota Palangkaraya sebesar 0,05 persen,”bebernya.

Sebagaimana diketahui, inflasi terendah di kota Palangkaraya sebesar 0,05 persen. Sedangkan, kota yang mengalami deflasi tertinggi di kota Tanjung sebesar 0,61 persen.

“Terendah di kota Balikpapan sebesar 0,03 persen,” pungkasnya. (ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan