Baznas

Banjar segera Kembangkan Komoditi Kakau, Ini Penjelasan Kadisbunak .

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJAR – Bicara perkebunan kakau atau cokelat, mungkin terbersit dalam pikiran kita tentang daerah Sulawesi sebagai sentra cokelat. Namun demikian, memasuki tahun 2018 ini, perkebunan kakau akan menjadi salah satu komoditi yang akan dikembangkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar.

“Insya Allah dalam tahun 2018 ini kita akan mulai mengembangkan perkebunan kakau (cokelat). Usulan pengembangan kebun kakau kita ajukan sejak dua tahun anggaran lalu, sekarang sudah disetujui oleh kementerian,” demikian diutarakan Kadisbunak Banjar, Ir Dondite Bekti saat ditemui koranbanjar.net, tadi siang.

Dijelaskan lebih detil, sementara ini pihaknya masih menunggu Pedum (Pedoman Umum) dari pihak kementerian untuk melaksanakan perkebunan tersebut. Rencananya, perkebunan kakau akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sungai Pinang, melalui kelompok tani – kelompok tani.

“Bantuan yang kita terima adalah bibit sebanyak empaat ratus batang untuk lahan seluas seratus hektar. Pola pemberian bantuan berupa bibit kepada kelompok tani. Sekarang kami masih mengkaji lahan yang diusulkan pihak kelompok tani, apakah lahan yang diusulkan termasuk hutan lindung atau tidak,” jelasnya.

Diakui, sentra tanaman kakau sesungguhnya adalah Sulawesi, nah apakah bibit yang diterima nanti berasal dari Sulawesi atau bukan, Dondit mengaku tidak mengetahui persis. Pastinya, bantuan datang dari pihak kementerian.

Adapun secara teknis, jelasnya, tanaman kakau dapat dipanen setelah berjalan selama 3 tahun. Kakau harus ditanam berdampingan dengan tanaman pelindung. “Secara teknis, tanaman kakau akan tumbuh di bawah tanaman pelindung. Kalau memang demikian, berarti kita akan menanam tanaman pelindung dulu, barulah menanam kakau,” jelasnya. (sir)

  • Bagikan