Bagaimana Nasib Jamaah Haji Tahun Ini? Inilah Penjelasan Kemenag RI

  • Bagikan

Bagaimana nasib jamaah haji yang mestinya berangkat ke Tanah Suci Makkah, di tengah merebaknya virus corona? Kementerian Agara RI menyatakan, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

 JAKARTA, koranbanjar.net – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis menegaskan pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait kelanjutan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu ia sampaikan merespon permintaan otoritas Arab Saudi kepada umat Islam di seluruh dunia untuk menunda sementara rencana Ibadah Haji tahun ini usai terkait wabah virus corona.

“Ya kita harus menunggu keputusan resmi [penyelenggaraan haji dari Saudi],” kata Muhajir kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4/2020).

Muhajirin menegaskan otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait keberlanjutan penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyatakan sampai saat ini Kemenag belum mendapatkan perkembangan terkait keputusan penyelenggaraan haji oleh Saudi.

“Belum ada penyampaian resmi (dari Saudi),” kata dia.

Meski begitu, Kemenag tetap melakukan persiapan penyelenggaraan haji 2020 sampai saat ini. Calon jamaah akan diperkirakan mulai masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020.

Ia meminta agar calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah nantinya. “Jamaah agar terus menjaga kesehatan, ikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” kata dia.

Menteri Agama Fachrul Razi sempat menyatakan pihaknya sudah menyusun dua opsi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dua opsi itu adalah para jemaah tetap berangkat dan opsi kedua adalah pembatalan haji oleh otoritas Saudi.

Sebelumnya, permintaan Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Benten kepada umat Islam agar menunda sementara melakukan ibadah haji tahun ini tak lepas dari penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi.

“Arab Saudi sebenarnya siap melayani jamaah haji dan umrah. Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang virus corona, Kerajaan merasa terpanggil untuk melindungi kesehatan umat Islam dan oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas,” kata Benten seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/4/2020).(rzr/osc/cnnindonesia)

  • Bagikan