oleh

Bagaimana Mengisi Momen Peringatan Proklamasi 17 Mei 1949?

Proklamasi 17 Mei 1949, meski peringatan dilakukan secara terbatas di tengan pandemi Covid-19 ini. Kita bisa tetap memaknai perjuangan, dengan bersama-sama menghadapi tantangan, terutama pandemi ini.

Upacara peringatan Proklamasi 17 Mei di halaman Kantor Setda Kabupaten HSS. (foto: yat/koranbanjar.net)
Upacara peringatan Proklamasi 17 Mei di halaman Kantor Setda Kabupaten HSS.
(foto: yat/koranbanjar.net)

MUHAMMAD HIDAYAT, Kandangan

BUNG Karno pernah mengeluarkan pernyataan berbunyi, “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” dalam pidatonya, atau belakangan dikenal dengan akronim “Jasmerah.”

Pidato kepresidenan terakhir dari Bung Karno pada 1966 itu, maksudnya memberi motivasi untuk tidak meninggalkan hakikat dasar perjuangan, dalam mengisi kemerdekaan.

Sejarah besar di Kalimantan, yakni dibacakannya Teks Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Penuh perjuangan hidup-mati, Brigjend H Hassan Basery dan pasukannya, untuk membacakan Teks Proklamasi pada 17 Mei 1949 di Dusun Niih.

Dusun Niih saat ini, secara administrasi merupakan wilayah Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad menyebut, satu-satunya proklamasi selain 17 Agustus di Indonesia, hanya proklamasi 17 Mei 1949.

“Proklamasi 17 Mei 1949 sangat istimewa, sebagai perwujudan nasionalisme yang tinggi rakyat Kalimantan terhadap NKRI,” ujarnya.

Tanpa proklamasi itu, Kalimantan akan tetap bukan bagian dari NKRI sesuai hasil perundingan Linggarjati. Peringatan proklamasi itu dilaksanakan tiap tahun, bahkan dirangkai acara napak tilas Teks Proklamasi 17 Mei 1949.

Namun, tahun ini tak bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Tugu Niih lokasi dibacakan proklamasipun, kini hanya berteman gemercik aliran Sungai Amandit di depan nya.

Biasanya, upacara peringatan Proklamasi 17 Mei dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Monumen Proklamasi, Mandapai, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS.

Kali ini upacara dilakukan sederhana oleh Pemkab HSS, Senin (18/5/2020) di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten HSS. Upacara yang dilakukan dengan protokol pencegahan Covid-19 itu, diikuti peserta Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III Pemkab HSS.

“Meski kondisi masih dalam masa pandemi Covid-19, namun sebagai wujud penghormatan terhadap para pejuang, upacara peringatan Proklamasi 17 Mei tetap kita laksanakan,” ucap Bupati HSS, Achmad Fikry.

Sebab terangnya, Kabupaten HSS merupakan lokasi Proklamasi 17 Mei 1949, tepatnya di Dusun Niih.

“Pelaksanaan apel yang sederhana ini, kita harap tetap bisa memaknai semangat para pejuang untuk memperoleh kemerdekaan,” ucap Bupati HSS, usai upacara yang juga diikuti para pejabat vertikal itu.

Selepas upacara, Bupati dan jajarannya mengunjungi rumah para veteran pejuang. Bupati Achmad Fikry menuju Kelurahan Kandangan Barat, mengunjungi veteran usia 90 tahun, bernama Narsi H Birhasani.

Sedangakan rombongan Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, menuju Desa Jambu Hulu, Kecamatan Padang Batung. Syamsuri mengunjungi seorang veteran usia 80 tahun, bernama Buhan Taher.

Lalu, rombongan Sekretaris Daerah Muhammad Noor menyambangi kediaman Ismail bin H Asnawi (90 tahun). Ismail merupakan veteran yang tinggal di Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung.

“Kunjungan pada veteran pejuang, sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan serta ucapan terimakasih. Karena perjuangan besar mereka untuk negara, sehingga kemerdekaan dapat kita rasakan sampai sekarang,” tutur Muhammad Noor.

Sedangkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, mengambil momen ini dengan ziarah ke makam pahlawan Pusara Bakti Banua di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS.

Rombongan melakukan kegiatan itu, dipimpin Wadanlanal Banjarmasin, Mayor Laut (P) Iwan Hendra.

Sehari sebelumnya, atau tepat 17 Mei 2020, Lanal Banjarmasin juga telah menziarahi Makam Pahlawan Nasional Brigjend H Hasan Basry di Bundaran Liang Anggang, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Sesuai pesan Jasmerah, rakyat harus memaknai perjuangan Proklamasi 17 Mei 1949. Meski melaksanakan peringatan secara terbatas, namun bisa dengan berjuang membangun Kalimantan bersama-sama, dengan lebih baik lagi.

“Kami yakin dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, insya Allah kita dapat menghadapi tantangan kita saat ini, yakni menghadapi pandemi Covid-19 di daerah kita,” pesan Bupati Achmad Fikry, dalam pidatonya di upacara peringatan Proklamasi 17 Mei, Senin (18/4/2020) kemarin.

Perjuangan para Pahlawan pendahulu, dapat dijadikan panutan mengorbankan jiwa raga menghadapi tantangan, tanpa mengharapkan apa yang diberikan orang. (yat/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: