oleh

Atasi Lahan Kritis, Revolusi Hijau Ditarget Mencapai 35 Ribu Ha per Tahun

BANJAR, KORANBANJAR.NET – Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melaksanakan kegiatan penanaman serentak rehabilitasi DAS (Daerah Aliran Sungai) melalui penanaman oleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan di Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (18/4) tadi.

Kegiatan berlokasi di desa Sungai Luar Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang juga berada dalam kawasan Tahura  Sultan Adam diawali dengan upacara yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan selaku pembina upacara.

Turut hadir pada acara ini Bupati Kabupaten Banjar, Kapolres Kabupaten Banjar, Camat Aranio, pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, LIPI, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa KemenLHK, UPT KemenLHK, TNI dan perwakilan masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, DR. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP dalam laporan menyebutkan penanaman serentak rehabilitasi DAS ini merupakan bagian Program Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel dengan target seluas 35 ribu ha per tahun.

Tujuannya untuk menghilangkan lahan kritis di Provinsi Kalsel yang seluas 640 ribu ha. Jenis tanaman yang dipilih sebagian besar adalah jengkol dan kemiri. Dengan optimis dia menyampaikan dalam 5-6 tahun ke depan Kalsel akan mampu mengekspor 550 kontainer kemiri per bulan, sehingga mampu turut meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kalsel menyampaikan agar semua pihak dapat berjuang dengan penuh tekad dan semangat untuk melakukan perbaikan dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman.

“Hendaknya semangat juang pahlawan nasional Pangeran Antasari yang rela berjuang dengan mengorbankan nyawanya membela negeri dapat dijadikan pelecut semangat kita semua untuk melakukan perbaikan untuk negeri terutama di Bumi Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

“Mari bersama gelorakan semangat revolusi hijau, menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” pungkasnya. (humas dishut kalsel/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: