Baznas

APBD Tapin Dituding Anak Tirikan Pendidikan Agama

- Tak Berkategori
  • Bagikan

RANTAU, Koran Banjar.Net,- Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Tapin beberapa terakhir menyimpan banyak memori panjang terkait anggaran APBD. Pemerintah Kabupaten Tapin di tahun 2018 ini dinilai masih kurang berpihak pada pendidikan agama terutama pada mereka guru agama non PNS yang hingga saat ini masih menunggu kejelasan tunjangan insentif mengajarnya seperti dulu.

Padahal DPRD Tapin sudah menjanjikan sebulan lalu bahwa di tahun 2018 ini tunjangan agama non PNS sudah berjalan, karena memang sudah saatnya guru agama mendapatkan perhatian kembali.

“Pendidikan keagamaan terdiri dari Guru TK Al-Qur’an, Guru Madrasah Diniah, dan Guru Pondok Pesantren di daerah ini sebanyak 1.600 orang belum  mendapatkan insentif dari pemerintah daerah yang dialokasikan dari APBD, “ beber Akhmad Zaini Ketua Forum Komunikasi Diniah Takmiliah, seraya tersenyum.

BACA:  Istana Anak Yatim Dibangun Samping Masjid Al Akbar Balangan

Ditambahkannya, terakhir rapat  DPRD Tapin baru penawaran pengajuan kelengkapan persyaratan tenaga pengajar non PNS.

“Mereka sebelumnya mendapatkan tunjangan insentif dari Pemerintah Daerah yang sebelumnya diperjuangkan oleh Alim Ulama yang juga Mantan anggota DPRD Tapin, KH.Ali Noordin, namun sejak beliau meninggal, secara berangsur-angsur kini tidak ada lagi. Dulu mulai dari khaum, imam, pengajar non pns, dan lembaga keagamaan dapat tunjangan dari pemerintah daerah, “katanya.

Meski insentif mereka macet, namun aktifitas dalam memberikan waktu, tenaga, dan ilmu untuk anak-anak didiknya tetap berjalan sebagaimana biasanya yang tetap menjaga mentalitas mandiri, dan sebagian besar dari mereka adalah warga yang memiliki dedikasi tinggi dan rata-rata hidup dalam kesederhanaan, termasuk juga dalam menopang bergeraknya lembaga pendidikan keagamaannya ada yang dari harta pribadi , ditambah bantuan hibah sekedarnya dari para dermawan yang perduli.

BACA:  BPBD Tapin Bersama Warga dan Pengusaha Bangun Jembatan Darurat

Dinilainya, alokasi APBD selama ini lebih banyak berpihak pada lembaga pendidikan umum saja. Padahal, dari segi kompetensi alumni pesantren jauh lebih siap terjun ke masyarakat. Minimnya dukungan anggaran sangat berpengaruh akan kelangsungan pesantren dan Tk Al-qur’an di Tapin. Semangat para pengajar bisa menurun, dan lebih memilih berwirausaha di luar. Pesantren dan Tk-Al-qur’an kian tidak menarik. Sehingga jumlah santri pun dapat menurun.

Seperti acara Khataman Massal Al-Qur’an kemarin di Masjid Keramat Banua Halat di ikuti sebanyak 3.709 anak, tentunya ini tak terlepas dari pendidikan agama yang memiliki andil besar dalam membentuk karakter anak bangsa. Bayangkan jika pendidikan agama tidak ada yang memperhatikan, tentu masa depan anak bangsa akan hilang moral. Juga tak sebanyak itu yang mengikuti khataman al-qur’an.

BACA:  Paslon Bupati Tapin, Arifin Arpan Kampanye Dialogis Ke Daerah

Sekda Tapin,Rachmadi,  dalam sambutannya mengajak menciptakan generasi muda qur’ani yang berkarakter Islami di Tapin, sesuai tema acara dan visi misi daerah Tapin Mandiri Sejahtera Yang Agamis.

“Tema yang tepat sekali menjadikan al-qur’an sebagai pedoman hidup karena kita ingin menciptakan generasi muda yang qur’ani di Tapin, sebagai bentuk dukungan kita kepada para generasi muda yang bisa membaca al-qur’an. Karena al-qur’an itu diawali dengan membaca termasuk juga diturunkannya al-qur’an diawali dengan membaca. Kedepannya dengan membaca diharapkan dapat meningkat lagi dengan melanjutkannya dengan menghafal al-qur’an, sehingga lahirlah penghafal al-quran pada generasi muda di Tapin, “katanya.(nas/pri)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 1 times, 1 visits today)