Berita Utama

Apakah Kasus Kunker Dewan Banjar Di-86 kan?

Sampai Sekarang Tidak Jelas Perkembangannya

MARTAPURA, KORANBANJAR .NET – Proses pemeriksaan kasus dugaan kunjungan kerja fiktif, yang menyeret 43 anggota DPRD Kabupaten Banjar oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, bagaikan ditelan bumi. Kuat dugaan, kasus ini sepertinya sudah di-86-kan (ditutup dengan kesepakatan). Buktinya, meski sejumlah anggota DPRD Banjar sudah dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan, namun sampai sekarang tidak diketahui kelanjutannya.

Adalah Advokat asal Martapura, Supiansyah Darham, SH, telah mempertanyakan kinerja aparat Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, dalam menangani kasus tersebut. “Dari kemarin-kemarin, para penegak hukum cuma menyampaikan, prosesnya sedang berlangsung, tapi hasilnya sampai sekarang tidak pernah di ekspose secara terbuka. Jangan-jangan kasus ini sudah “diselesaikan?” ungkapnya dengan nada bertanya.

BACA JUGA  Pasar Dihias, Tapi Warung Masih Kumuh

Lebih jauh dikemukakan, masyarakat itu sekarang sudah pintar dan cerdas. Alasan demi alasan yang disampaikan pihak penegak hukum tentang hasil pemeriksaan tersebut, sungguh menimbulkan tanda tanya besar. “Semua unsur sudah terpenuhi, dua alat bukti juga sudah diperoleh, tetapi hasil pemeriksaannya apa? Kalau bicara proses hukum, ketika sudah ditemukan dua alat bukti, logikanya kan tinggal menentukan tersangka. Kemudian dilimpahkan ke pihak pengadilan, selanjutnya disidangkan. Lha ini, hasil pemeriksaannya tidak jelas, tersangkanya siapa? Apalagi dimejahijaukannya kapan?” ungkap Supi.

Sebaliknya, menurut dia, kalau pun dalam pemeriksaan telah diperoleh hasil, bahwa kasus tersebut tidak memenuhi unsur untuk diperkarakan, mestinya juga diumumkan atau disampaikan secara terbuka. Kemudian ungkapkan alasan-alasan hukum yang menyebabkan kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan. “Kalau ini ‘kan nggak jelas. Apakah kasus itu dilanjutkan, hasilnya apa? Kalau tidak dilanjutkan, kenapa? Kasus ini sebetulnya sangat mempertaruhkan maruah institusi kejaksaan, jangan sampai masyarakat umum menilai yang bukan-bukan,” tegasnya.

BACA JUGA  4 BULAN KELILING BERSAMA PRABOWO, SANDIAGA TERIMA KELUHAN MASYARAKAT

Sebagaimana berita sebelumnya, manakala Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Selatan, Ade Eddy Adhyaksa berkunjung ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar, Selasa (9/10/2018) silam, wartawan koranbanjar.net, berusaha mengkonfirmasi perkembangan kasus tersebut. Namun tidak ada jawaban yang memuaskan.

“Ini kan kenapa saya datang ke sini untuk melihat laporan-laporannya, makanya saya bawa Pa Aswas. Jadi nanti hasilnya bagaimana.  Pada intinya, saya selalu meminta jajaran untuk bekerja lebih baik dan lebih baik lagi, supaya peran Kejaksaan ini dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Terkait kasus perjalanan fiktif, Ade mengatakan,  kasusnya tidak semudah kasus lain. “Masalah hukum ini kan’ tidak sesimpel dari masalah lain,” ujarnya lagi.

BACA JUGA  Pembakaran Bendera: Umat Muslim Pasti Tersinggung tapi Harus Wapsada

Disinggung bagaimana progres kasusnya hingga saat ini, Ade enggan berkomentar lebih jauh. “Kalau masalah kinerja khusus seperti itu, karena ruang lingkupnya Kejari Kabupaten Banjar, nanti langsung tanyakan kepada Kajarinya saja, ya,” tuturnya.(sir)

 

Tags

Radio STAR FM
The Spirit of Banjarbaru. Hanya di 90.5 FM

Info Bisnis Kalimantan
Berita seputar bisnis dan ekonomi di Kalimantan terkini.

TandaPetik.Com - Media Komunitas
Gabung sekarang juga. Tuliskan ide, opini dan pengalamanmu.

IKLAN BARIS ONLINE MURAH
Hub. 081348024288 | 0821159171296
KORANBANJAR.NET

Baca Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close