Antrean Panjang di SPBU Lingkar Selatan Menguji Kesabaran Sopir Truk  

  • Bagikan
Ratusan truk angkutan rela mengantre berjam jam demi mendapatkan BBM solar di SPBU Lingkar Selatan. (foto: leon)
Ratusan truk angkutan rela mengantre berjam jam demi mendapatkan BBM solar di SPBU Lingkar Selatan. (foto: leon)

Antrian panjang kembali terjadi pada SPBU Lingkar Selatan di wilayah Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Hal ini sepertinya cukup menguji kesabaran para sopir truk.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Para sopir truk harus sabar menanti giliran. Pasalnya, BBM jenis solar belum tiba di SPBU Lingkar Selatan tersebut.

Zaini, salah satu sopir Truk Colt Diesel saat ditanya media ini, Selasa (8/6/2021) pukul 16.30 WITA mengaku sejak pagi sudah antre menununggu giliran.

“Saya ngantre dari jam 10 pagi mas sampai sore ini truk saya belum terisi, katanya solar habis,” ujarnya.

Rencananya, Zaini akan berangkat menuju Kandangan untuk mengantarkan pupuk yang ia ambil dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Berharap sore ini berangkat, tetapi kalau dilihat antrean kayak ini, bisa malam antara jam 8 atau jam 9 malam berangkat ke Kandangan,” katanya.

Sementara, sopir truk lain bernama Amat mengaku sudah hampir 5 jam antre untuk mengisi solar, kurang lebih sama waktunya dengan Zaini.

Rencanannya, Amat hendak berangkat menuju Muara Teweh Kalimantan Tengah dengan membawa air mineral gallon, kemudian nanti dari Muara Teweh Kalimantan Tengah ke Banjarmasin Kalsel, Amat mengangkut jagung.

“Seringkali saya antre di SPBU sini selalu begini, antreannya cukup panjang,”  ucapnya.

Lain halnya dengan Supian, sopir truk Colt Diesel ini menyebut, terjadinya antrean panjang ini akibat biaya solar industri tinggi (mahal). Di samping itu, sambungnya situasi ini diduga dimanfaatkan para pelangsir untuk bermain dengan oknum SPBU.

“Mungkin solar industri mahal, akhirnya membuat peluang bagi para pelangsir diduga bermain, coba mas pantau aja dari jauh, orang yang mengisi itu – itu aja truknya yang masuk, coba kayak kami, harus sesuai aturan, ngantre. Kalau mereka bebas antre atau tidak,” ungkapnya kesal.

Sementara Koordinator SPBU Lingkar Selatan, Adit ketika dikonfirmasi membantah jika para pelangsir dikatakan sering mengisi solar dan tidak melalui antrean.

“Kami tidak pernah memberikan peluang bagi para pelangsir mengisi 2 sampai 3 kali dalam satu hari,  jatah mereka 1 kali aja, setelah itu sudah tidak boleh lagi 2 apalagi 3 kali,” tegasnya.

Adit mengaku pihaknya tetap lebih mengutamakan kendaraan angkutan barang, agar mereka dapat segera mengantar logistik.

Ditanya mengapa BBM solar dikatakan habis seperti apa yang disampaikan beberapa sopir, Adit didampingi koordinator lainnya, Miko menjelaskan, akibat lambatnya solar tiba di SPBU.

Untuk jatah solar yang masuk ke SPBU Lingkar Selatan, Adit mengatakan tidak menentu tergantung dari Pertamina.

“Kadang masuk 2 tangki, kadang juga bisa lebih,” ucapnya.

Dari pengamatan koranbanjar.net langsung di depan SPBU Lingkar Selatan, ratusan kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang jenis truk kecil dan besar mengantre di pinggir Jalan Tol Lingkar Selatan untuk mengisi BBM Solar. (yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *